Artikel Ilmiah : I1A019076 a.n. FAIZ RIZAL BAASIR

Kembali Update Delete

NIMI1A019076
NamamhsFAIZ RIZAL BAASIR
Judul ArtikelANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN TALASEMIA UNTUK REMAJA DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Talasemia adalah kelainan genetik. Banyumas memiliki prevalensi pembawa sifat 8% lebih tinggi dari Indonesia 3,8%. Pengetahuan remaja tentang talasemia masih rendah dari 100 orang, 80% hanya mendapat nilai 40 dari 100. Media promosi kesehatan yang sesuai kebutuhan dapat mengatasi pengetahuan rendah tentang talasemia. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi kebutuhan media promosi kesehatan talasemia untuk remaja di Kabupaten Banyumas.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakan variasi maksimal besar sampel 14, 9 informan utama dan 5 pendukung serta menggunakan thematic analysis.
Hasil : Pengetahuan remaja tentang talasemia terbatas. Masih terdapat stigma dan diskriminasi akan tetapi perlahan remaja mengetahui kebutuhan dukungan dari pasien talasemia. Munculnya kekhawatiran remaja terhadap talasemia langkah bagus untuk pencegahan talasemia. Kemudahan remaja dalam mengakses internet, menjadikan internet sumber informasi utama. Munculnya kebutuhan media promosi kesehatan video namun, masih dibutuhkan media konvensional. Video yang dibutuhkan dalam format seperti animasi, siniar, dan monolog untuk media sosial. Sebab talasemia yang belum umum, remaja butuh pengenalan talasemia. Selain itu, butuh informasi layanan skrining. Diperlukan peran berbagai pihak dalam pembentukan media promosi kesehatan karena ini merupakan masalah yang harus diselesaikan dengan kolaborasi lintas sektor.
Kesimpulan : Pengetahuan remaja terbatas, remaja membutuhkan media digital video dan media konvesional untuk pengenalan talasemia dan skrining. Itu dapat diwujudkan dengan kolaborasi lintas sektor.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Talasemia is a genetic disorder. Banyumas has a trait carrier prevalence 8% higher than Indonesia's 3.8%. Adolescent knowledge of talasemia is still low out of 100 people, 80% only score 40 out of 100. Appropriate health promotion media can overcome low knowledge about talasemia. The purpose of this study explores the need for talasemia health promotion media for adolescents in Banyumas Regency.
Research Method: The type of research used is qualitative with a case study approach. The study used a maximum variation of a large sample of 14, 9 main informants and 5 supporters and used thematic analysis.
Research Results: Adolescent knowledge of talasemia is limited. There is still stigma and discrimination, but slowly adolescents know the need for support from talasemia patients. The emergence of adolescent concern about talasemia is a good step for talasemia prevention. The ease of teenagers in accessing the internet, making the internet the main source of information. The emergence of the need for video health promotion media, however, conventional media is still needed. Videos are needed in formats such as animations, podcasts, and monologues for social media. Because talasemia is not yet common, adolescents need to introduce talasemia. In addition, it needs screening service information. The role of various parties is needed in the formation of health promotion media because this is a problem that must be solved by cross-sector collaboration.
Conclusion: Adolescent knowledge is limited, adolescents need video and conventional media for talasemia introduction and screening. It can be realized with cross-sector collaboration.
Kata kunciTalasemia, Media Promosi Kesehatan, Remaja
Pembimbing 1Elviera Gamelia, SKM, M.Kes.
Pembimbing 2Windri Lesmana Rubai, S.Gz., M.P.H.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2024-05-17 13:19:25.886299
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.