Artikel Ilmiah : H1B020014 a.n. FATIMAH NUR HIDAYAH

Kembali Update Delete

NIMH1B020014
NamamhsFATIMAH NUR HIDAYAH
Judul ArtikelEVALUASI TERHADAP KEGEMPAAN DAN LIKUIFAKSI BANGUNAN
GEDUNG “INTEGRATED ACADEMIC BUILDING” UNSOED
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi terhadap bahaya goncangan yang diakibatkan oleh gempa
bumi sehingga mengakibatkan korban jiwa, karena posisi geografis nya terletak di kawasan Ring of Fire. Dari hasil
penelitian di Jepang ditemukan bahwa korban manusia tidak hanya disebabkan karena kegagalan struktur bangunan,
tapi juga dapat bersumber pada intensitas goyangan. Salah satu pengukuran skala intensitas goyangan akibat gempa
yang umum dijadikan acuan adalah SIL yang diperkenalkan oleh JMA terhadap kinerja struktur yang
memperhitungkan respon pengguna bangunan saat terjadi gempa. Selain berpotensi menyebabkan kerusakan
bangunan, getaran gempa dapat menyebabkan terjadinya likuifaksi, dimana tanah kehilangan daya dukung nya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi intensitas goyangan dan potensi likuifaksi bangunan Gedung “Integrated
Academic Building” UNSOED.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis linier time history dan
berdasarkan Seismic Intensity Level (SIL) sistem penilaian yang diperkenalkan oleh Japan Meteorological Agency
(JMA) dan menggunakan data Cone Penetration test (CPT) dimana untuk mencari Liquefaction potential index (LPI).
Hasil penelitian menunjukan bahwa bangunan Gedung “Integrated Academic Building” UNSOED pada analisis
riwayat waktu dari 3 beban gempa yaitu rentang 6-9 setiap lantainya dengan level 7 yang memiliki potensi sangat
tinggi untuk dapat mengakibatkan jatuhnya korban dari skala intensitas gempa tersebut penilaian terhadap kinerja
struktur yang memperhitungkan respon pengguna bangunan saat terjadi gempa dan masuk ke dalam kategori rendah
untuk berpotensi terjadinya likuifaksi karena total nilai LPI pada S-02, S-03, dan S-04 adalah sebesar 2,20, 2,30, dan 2,42.
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia is a country with high potential for seismic hazards caused by earthquakes, resulting in casualties, due
to its geographical position located in the Ring of Fire region. Research in Japan has found that human casualties are
not only caused by structural failures but also can originate from the intensity of shaking. One commonly used
measurement of earthquake shaking intensity is the Seismic Intensity Level (SIL) introduced by JMA, which considers
the performance of structures in response to building occupants during earthquakes. In addition to potentially causing
building damage, earthquake vibrations can lead to liquefaction, where the soil loses its bearing capacity. This study
aims to evaluate the intensity of shaking and the potential for liquefaction of the Integrated Academic Building at
UNSOED.
The method used in this study involves employing the linear time history analysis method based on the Seismic
Intensity Level (SIL) assessment system introduced by the Japan Meteorological Agency (JMA). Additionally, it utilizes
Cone Penetration Test (CPT) data to determine the Liquefaction Potential Index (LPI).
The research findings indicate that the Integrated Academic Building at UNSOED, analyzed using the time history
method with three seismic loads ranging from 6 to 9 on each floor, has a very high potential for causing casualties at
level 7 of earthquake intensity. The assessment of structural performance, considering the response of building
occupants during earthquakes, falls into the low category for potential liquefaction, as the total Liquefaction Potential
Index (LPI) values for S-02, S-03, and S-04 are 2.20, 2.30, and 2.42 respectively.
Kata kunciIntegrated Academic Building UNSOED (IAB), Seismic Intensity Level (SIL), Time History, Likuifaksi, Cone Penetration Test (CPT), Liquefaction Potential Index (LPI).
Pembimbing 1Dr. Ir. Sumiyanto,S.T.,M.T.
Pembimbing 2Dr. Ir. Nanang Gunawan Wariyatno,S.T.,M.T
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2024-05-14 10:59:16.565369
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.