Artikel Ilmiah : K1C020056 a.n. FIRDAUSYA DANUANSA

Kembali Update Delete

NIMK1C020056
NamamhsFIRDAUSYA DANUANSA
Judul ArtikelPENGARUH GELATIN PADA ELECTROSPINNING NANOFIBER
PVA/CQD UNTUK ANTI-PEMALSUAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Electrospinning merupakan metode fabrikasi nanofiber yang sangat sederhana.
Matriks penyusun nanofiber adalah polimer yang dapat difungsionalisasikan
dengan berbagai bahan lain sehingga dapat diarahkan pada aplikasi tertentu.
Fabrikasi nanofiber dilakukan dengan kombinasi Polivinil alkohol (PVA), Carbon
Quantum Dots (CQD), dan gelatin sebagai aplikasi anti-pemalsuan. Kombinasi
matriks PVA dan gelatin akan menghasilkan nanofiber yang kuat, sementara
penambahan CQD akan memberikan sifat berpendar yang baik jika disinari oleh
sinar tertentu. Pengaruh gelatin 19% dan 21% terhadap PVA/CQD ketika
electrospinning nanofiber akan diuji dengan SEM, UV-Vis dan Fotoluminesensi.
Hasil SEM dari nanofiber PVA/CQD/Gel (14%/1 mL/19%) menunjukkan
nanofiber yang rapih tanpa kusut dan beads jika dibandingkan dengan nanofiber
PVA/CQD/Gel (14%/1 mL/21%). Diameter rata-rata masing masing nanofiber
adalah 192,12 nm dan 147,8 nm. Sementara emisi pendaran dari nanofiber berada
pada panjang gelombang 593 nm ketika di eksitasi sinar dengan panjang gelombang
420 nm dengan instensitas yang lebih tinggi pada nanofiber PVA/CQD/Gel (14%/1
mL/21%). Ini menujukkan bahwa konsentrasi gelatin yang banyak akan membuat
nanofiber yang tipis dengan beads namun memliki pendaran yang tinggi. Dengan
demikian nanofiber PVA/CQD/Gel baik untuk aplikasi anti-pemalsuan karena
nanofiber yang terbentuk itu acak, kuat, dapat berpendar dan ramah lingkungan
karena berasal dari bahan bahan organik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Electrospinning is a very simple nanofiber fabrication method. The matrix that
makes up nanofiber is a polymer that can be functionalized with various other
materials so that it can be directed to certain applications. Nanofiber fabrication was
carried out using a combination of Polyvinyl alcohol (PVA), Carbon Quantum Dots
(CQD), and gelatin as an anti-counterfeiting application. The combination of PVA
and gelatin matrices will produce strong nanofibers, while the addition of CQD will
provide good fluorescent properties when illuminated by certain light. The effect of
19% and 21% gelatin on PVA/CQD when electrospinning nanofiber will be tested
using SEM, UV-Vis and Photoluminescence. SEM results of PVA/CQD/Gel
nanofiber (14%/1 mL/19%) show that the nanofiber is neat without tangles and
beads when compared to PVA/CQD/Gel nanofiber (14%/1 mL/21%). The average
diameter of each nanofiber is 192,12 nm and 147,8 nm. Meanwhile, the
luminescence emission from the nanofiber is at a wavelength of 593 nm when
excited by light with a wavelength of 420 nm with a higher intensity in the
PVA/CQD/Gel nanofiber (14%/1 mL/21%). This shows that a large concentration
of gelatin will create thin nanofibers with beads but have high luminescence. Thus,
PVA/CQD/Gel nanofibers are good for anti-counterfeiting applications because the
nanofibers formed are random, strong, luminescent and environmentally friendly
because they come from organic materials.
Kata kunciAnti-pemalsuan, CQD, gelatin, nanofiber, PVA
Pembimbing 1Dr. Eng. Mukhtar Effendi
Pembimbing 2Dr. Witha Berlian Kesuma Putri
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman48
Tgl. Entri2024-05-08 20:03:34.833282
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.