| NIM | L1A020020 |
| Namamhs | SARISTIANI |
| Judul Artikel | Diatom Bentik dan Planktonik di Daerah Irigasi Pendil dan Watupala, Desa Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas memiliki dua D.I. yaitu Watupala dan Pendil. Kedua daerah irigasi tersebut dimanfaatkan untuk berbagai macam aktivitas esensial kehidupan meliputi irigasi kolam dan persawahan serta mencuci pakaian, tetapi pemanfaat tersebut tanpa mengetahui kondisi kualitas airnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan. Keanekaragaman kualitas perairan di kedua daerah irigasi berdasarkan indeks saprobik diatom bentik dan planktonik. Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada bulan April–Juli 2023 satu kali pengulangan setiap bulan, dengan mengambil tiga titik pada masing masing daerah irigasi. Hasil penelitian bahwa kelimpahan diatom bentik dan planktonik tertinggi di kedua D.I. berasal dari spesies Synedra ulna mencapai 44,71% di D.I. Watupala dan 27,35% di D.I. Pendil, kelimpahan tersebut termasuk kelimpahan tinggi. Indeks keanekaragaman kedua daerah irigasi masuk dalam kategori sedang yaitu D.I. Watupala berkisar 1,79- 1,85 dan D.I. Pendil berkisar 1,60-1,66. Indeks dominansi kedua daerah irigasi masuk dalam kategori sedang yaitu D.I. Watupala berkisar 0,30 - 0,46 dan D.I. Pendil berkisar 0,22 – 0,45. Nilai indeks saprobik kedua daerah irigasi termasuk dalam perairan alpha-mesosaprobity (tercemar berat) yaitu D.I. Pendil berkisar 2,85 – 3,18 dan D.I. Watupala berkisar 2,95 – 3,14, sehingga kedua daerah irigasi tidak bisa dimanfaatkan sebagai sumber air minum maupun aktivitas esensial kehidupan, tetapi masih dapat untuk mengairi kolam dan irigasi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Kutaliman Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency has two D.I. namely Watupala and Pendil. These two irrigation areas are used for various essential activities of life, including irrigating ponds and rice fields and washing clothes, but these users do not know the condition of the water quality. This research aims to determine abundance. Diversity of water quality in the two irrigation areas based on the saprobic index of benthic and planktonic diatoms. The method used is Purposive Sampling. Water sampling was carried out in April–July 2023, once every month, by taking three points in each irrigation area. The research results show that the abundance of benthic and planktonic diatoms is highest in both D.I. originating from the Synedra ulna species reaching 44.71% in D.I. Watupala and 27.35% in D.I. Pendil, this abundance includes high abundance. The diversity index of the two irrigation areas is in the medium category, namely D.I. Watupala ranges from 1.79 to 1.85 and D.I. Pendil ranges from 1.60 to 1.66. The dominance index for the two irrigation areas is in the medium category, namely D.I. Watupala ranges from 0.30 - 0.46 and D.I. Pendil ranges from 0.22 – 0.45. The saprobic index values of the two irrigation areas are included in alpha-mesosaprobity (heavily polluted) waters, namely D.I. Pendil ranges from 2.85 – 3.18 and D.I. Watupala ranges from 2.95 – 3.14, so that the two irrigation areas cannot be used as a source of drinking water or essential life activities, but can still be used to irrigate ponds and irrigation. |
| Kata kunci | Daerah Irigasi, Desa Kutaliman, Diatom Bentik dan Planktonik, Indeks Saprobik |
| Pembimbing 1 | Sesilia Rani Samudra S.Pi.,M.Si |
| Pembimbing 2 | Adinda Kurnia Putri S.Pi.,M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2024-05-08 10:02:08.107138 |
|---|