Artikel Ilmiah : A1A019018 a.n. MUHAMMAD RAFLI PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMA1A019018
NamamhsMUHAMMAD RAFLI PRATAMA
Judul ArtikelANALISIS NILAI TAMBAH OLAHAN NANAS MADU MENJADI
KOKTAIL NANAS PADA CV SIWARAK SEJAHTERA SENTOSA,
PURBALINGGA, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sektor pertanian memiliki beberapa subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan,
hortikultura, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan. Salah satu
komoditas hortikultura di Indonesia adalah buah nanas. Buah nanas termasuk
komoditas yang mudah rusak (perishable), sehingga umur simpannya relatif pendek.
Oleh karena itu, diperlukan pengolahan lebih lanjut terhadap buah nanas dengan
tujuan meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang umur simpannya.
Pengolahan buah nanas dilakukan oleh agroindustri, salah satunya adalah CV
Siwarak Sejahtera Sentosa, yang mengolah buah nanas madu menjadi koktail nanas.
Pengolahan nanas madu menjadi koktail nanas tentunya memerlukan biaya untuk
memperoleh input faktor produksi yang nantinya akan memberikan nilai tambah
terhadap buah nanas madu tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk
mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan, besarnya nilai tambah,
distribusi nilai tambah terhadap pendapatan tenaga kerja dan keuntungan, serta
perbandingan besarnya nilai tambah di tingkat harga input yang berbeda. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan,
besarnya nilai tambah, distribusi nilai tambah terhadap pendapatan tenaga kerja dan
keuntungan, serta perbandingan besarnya nilai tambah di tingkat harga input yang
berbeda.
Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan
observasi di CV Siwarak Sejahtera Sentosa yang berkaitan dengan analisis biaya
dan nilai tambah. Analisis nilai tambah yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan metode Hayami.
Berdasarkan hasil analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan serta analisis nilai
tambah dengan metode Hayami, pada periode Maret 2023 biaya total yang
dikeluarkan sebesar Rp11.078.858,47, penerimaan sebesar Rp18.071.000, dan
pendapatan sebesar Rp6.992.141,53. Pada periode Desember 2022 biaya total yang
dikeluarkan sebesar Rp9.600.873,61, penerimaan sebesar Rp13.600.000, dan
pendapatan sebesar Rp3.999.126,39. Nilai tambah yang diperoleh dari kegiatan
produksi koktail nanas pada periode Maret 2023 dengan harga input bahan baku
nanas madu sebesar Rp8.000 per kilogram adalah sebesar Rp42.465,16 dengan
rasio nilai tambah sebesar 61,57 persen. Sedangkan nilai tambah yang diperoleh
pada periode Desember 2022 dengan harga input bahan baku nanas madu sebesar
Rp10.000 per kilogram adalah sebesar Rp29.761,03 dengan rasio nilai tambah
sebesar 54,27 persen.
Abtrak (Bhs. Inggris)The agricultural sector has several sub-sectors, namely food crops, horticulture,
plantations, forestry, fisheries and livestock sub-sectors. One of the horticultural
commodities in Indonesia is pineapple. Pineapple is a perishable commodity, so its
shelf life is relatively short. Therefore, further processing of pineapple is needed
with the aim of increasing added value and extending its shelf life. Pineapple
processing is carried out by agro-industries, one of which is CV Siwarak Sejahtera
Sentosa, which processes honey pineapple into pineapple cocktail. Processing
honey pineapple into pineapple cocktail certainly requires costs to obtain
production factor inputs which will add value to the honey pineapple fruit.
Therefore, research is needed to determine the amount of costs, revenues, and
income, the amount of added value, the distribution of added value to labor income
and profits, as well as the comparison of the value added value at different input
price levels. This study aims to determine the amount of costs, revenues, and
income, the amount of added value, the distribution of added value to labor income
and profits, as well as a comparison of the amount of added value at different input
price levels.
This study uses primary data obtained from interviews and observations at CV
Siwarak Sejahtera Sentosa relating to cost and value added analysis. The added
value analysis used in this study is the Hayami method.
Based on the results of cost, revenue and income analysis as well as added value
analysis using the Hayami method, in the March 2023 period the total costs incurred
were IDR 11,078,858.47, revenues were IDR 18,071,000, and income was IDR
6,992,141.53. In the December 2022 period, total costs incurred amounted to IDR
9,600,873.61, revenues amounted to IDR 13,600,000, and income amounted to IDR
3,999,126.39. The added value obtained from pineapple cocktail production
activities in the March 2023 period with a raw material input price of honey
pineapple of IDR 8,000 per kilogram is IDR 42,465.16 with an added value ratio of
61.57 percent. Meanwhile, the added value obtained in the December 2022 period
with the raw material input price of honey pineapple of IDR 10,000 per kilogram is
IDR 29,761.03 with an added value ratio of 54.27 percent.
Kata kuncipertanian, buah nanas, pengolahan, nilai tambah
Pembimbing 1Ir. Endang Sriningsih, M.P.
Pembimbing 2Ir. Bambang Sumanto, M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman68
Tgl. Entri2024-04-26 15:01:09.913058
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.