Artikel Ilmiah : F1A007063 a.n. SLAMET RACHYANTO
| NIM | F1A007063 |
|---|---|
| Namamhs | SLAMET RACHYANTO |
| Judul Artikel | Pernikahan Warga Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Desa Danaraja |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dalam kehidupan manusia, tradisi pernikahan mempunyai tujuan untuk membina sebuah rumah tangga yang nantinya akan memberikan keturunan untuk mewarisi harta, adat dan budaya orang tuanya. Tradisi pernikahan warga penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah sebuah tradisi pernikahan adat, pernikahan yang dilakukan oleh warga penghayat kepercayaan merupakan tradisi pernikahan yang unik, karena pernikahan ini berbeda dari pernikahan yang pada umumnya terjadi di Indonesia. Penelitian yang dilakukan di Desa Danaraja kabupaten Banjarnegara ini bertujuan ingin melihat bagaimana tradisi pernikahan yang dilakukan oleh warga penghayat kepercayaan dan bagaimana pencatatan pernikahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sasaran dalam penelitian ini adalah warga penghayat kepercayaan di desa Danaraja yang melakukan tradisi pernikahan pada saat sesudah dan sebelum disahkan oleh pemerintah. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan model analisis Interaktif dan uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa pernikahan yang dilakukan oleh warga penghayat kepercayaan adalah pernikahan adat, sehingga pencatatnnya harus dilakukan di kantor catatan sipil. Bagi warga penghayat yang dulu sudah menikah dan belum bisa mencatatkan pernikahannya sekarang sudah bisa menikah ulang yaitu dengan menikah secara masal yang dilakukan oleh paguyuban atau organisasi yang menaungi warga penghayat kepercayaan. Pernikahan warga penghayat kepercayaan harus disaksikan oleh pemuka adat yang sudah ditunjuk oleh pemerintah secara resmi. Bagi warga penghayat yang tidak mencatatkan pernikahannya maka pernikahannya dianggap tidak sah dan anak dari hubungan mereka dianggap tidak sah dan hanya memiliki ikatan hubungan darah. Penelitian ini juga memberikan hasil bahwa pencatatan bagi warga penghayat kepercayaan belum maksimal karena warga penghayat di Desa Danaraja pada umumnya belum mencatatkan anak hasil perkawinan mereka ke kantor catatan sipil, sehingga status anak masih belum sah menurut hukum. Saran dalam penelitian ini yaitu agar pemerintah mau bersungguh-sungguh mengurus dan memelihara keberadaan warga penghayat kepercayaan sebagai salah satu jati diri budaya bangsa Indonesia dengan memberikan ruang kepada warga penghayat kepercayaan untuk tetap eksis. Selain itu juga pemerintah harus memfasilitasi pencatatan pernikahan dan anak bagi warga penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Wedding is something sacred in human life, traditional of wedding has the objective to build a household that will give the offspring to inherit property, customs and culture of their parents. Wedding traditions of adherents of the trust of God Almightyis a custom wedding traditions, awedding performed by of the adherents of the faith isa unique wedding tradition, because this wedding is different from wedding which generally occurs in Indonesia. This research conducted in the village Danaraja Banjarnegara is aims to see how wedding traditions performed by adherents of the trust and how the registry of themarriage. This research used a qualitative descriptive method. The target in this study isadherents of the citizenstust in the village of Danaraja who did the wedding traditionsat the time before and after approved by the government. Technique of an informerusing purposive sampling.Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation. Data resources in the form of primary dataand secondary data.Data analysis using Interactive analysis model and test validity of data using triangulationof sources. The results showed that marriages performed by awedding performed by of the adherents of the faith is wedding traditions, so registry must be madeat the registry office. For the citizens of adherents who had already married and can’t register their marriagenowcan already re-marriedwith mass marriage performed by conducted by the associations or organizations that embraces the citizens of adherents of the faith. The marriage of adherents of the faith must be witnessed by the leaders of indigenous peoples who have been appointed. For the adherents of the citizens does not record her marriage, then marriage is considered invalid and children from their relationship is considered invalid and only have blood relationship bonds. This reseacrh also gives the result that the registry for the citizens of adherents of the faith hasn’t been up to because the citizens of adherents in the village of Danaraja in general have yet to registry the results of their child's marriage to the registry office, so that the status of the child is still not legally. Advice in this research is so that the Government will seriously take care of and maintain the existence of the adherents of the citizens trust as one of the cultural identity of the nation Indonesia by giving space to the citizens of adherents of the trust to still exist. Moreover, the Government should facilitate the registry of marriages and children to the residents of adherents of the trust of God Almighty. |
| Kata kunci | Pernikahan, Adat |
| Pembimbing 1 | Drs. Nalfaridas B,M.Hum |
| Pembimbing 2 | Dra. Endang Dwi S,M.Si |
| Pembimbing 3 | Nanang Martono, M.Si |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |