Artikel Ilmiah : C1A019114 a.n. EKA NUR KHASANAH

Kembali Update Delete

NIMC1A019114
NamamhsEKA NUR KHASANAH
Judul ArtikelFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung Hibrida di Desa Sawangan Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Sawangan merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Cilacap. Di Desa
Sawangan sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani jagung. Jagung yang di
produksi di Desa Sawangan yaitu varietas benih jagung hibrida. Petani Desa Sawangan hanya menanam
varietas jagung hibrida dan tidak menanam varietas non hibrida. Alasan utama petani Desa Sawangan
hanya menanam varietas jagung hibrida karena varietas jagung hibrida dapat menghasilkan produksi
yang lebih tinggi. Dengan luas lahan sebesar 560 ha, desa Sawangan dapat memproduksi jagung
hibrida yang tinggi. Tetapi rata-rata produksi jagung hibrida di Desa Sawangan masih mengalami
fluktuasi. Terjadinya fluktuasi pada produksi jagung dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pada
penelitian ini, variabel independen yang digunakan adalah luas lahan, benih, pupuk dan tenaga kerja.
Selain itu, peneliti juga menambahkan variabel independen yang lain yaitu pengalaman petani. Dalam
produksi jagung juga terdapat berbagai kendala pada biaya produksi yaitu benih, pupuk dan tenaga
kerja yang tinggi serta kurang maksimalnya penggunaan setiap faktor produksi secara efisien sehingga
berpengaruh terhadap hasil produksi jagung hibrida. Kondisi tersebut menjadi landasan bagi peneliti
untuk melakukan penelitian terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani
jagung hibrida di Desa Sawangan Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini
adalah menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi usahatani jagung hibrida
baik secara parsial maupun bersama-sama.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang
diperoleh melalui wawancara dan kuisioner. Metode pengambilan sample menggunakan simple
random sampling. Objek penelitian ini yaitu Desa Sawangan Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani jagung hibrida di Desa Sawangan. Jumlah
responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 89 responden. Teknik analisis data yang digunakan
adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Variabel luas lahan, benih, pupuk,
tenaga kerja dan pengalaman petani secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil produksi
jagung hibrida, 2) Variabel luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi jagung
hibrida, 3) Variabel benih berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap hasil produksi jagung
hibrida, 4) Variabel pupuk lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi jagung
hibrida, 5) Variabel tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi jagung
hibrida, 6) Variabel pengalaman petani berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap hasil
produksi jagung hibrida.
Implikasi dari penelitian ini adalah dalam melakukan usahatani jagung hibrida, petani di Desa
Sawangan hendaknya memperhatikan faktor produksi luas lahan, pupuk dan tenaga kerja karena
ketiga variabel tersebut berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap produksi jagung hibrida
yang dihasilkan dan Pemerintah harus memperhatikan dan meningkatkan subsidi pupuk untuk petani
dengan mengoptimalkan alokasi pupuk yang disalurkan melalui kartu tani agar kebutuhan pupuk
petani dapat tercukupi, sehingga tidak menghambat kegiatan usahatani yang dijalankan oleh petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sawangan Village is one of the corn production centers in Cilacap Regency. In Sawangan
Village, most of the residents make their living as corn farmers. The corn produced in Sawangan Village
is a hybrid corn seed variety. Sawangan Village farmers only plant hybrid corn varieties and do not
plant non-hybrid varieties. The main reason Sawangan Village farmers only plant hybrid corn varieties
is because hybrid corn varieties can produce higher production. With a land area of 560 ha, Sawangan
village can produce high levels of hybrid corn. However, the average production of hybrid corn in
Sawangan Village is still experiencing fluctuations. Fluctuations in corn production can be caused by
several factors. In this research, the independent variables used are land area, seeds, fertilizer and
labor. Apart from that, researchers also added another independent variable, namely farmer
experience. In corn production there are also various obstacles to production costs, namely high seeds,
fertilizer and labor as well as less than optimal use of each production factor efficiently, which has an
impact on hybrid corn production results. These conditions became the basis for researchers to conduct
research related to the factors that influence the production of hybrid corn farming in Sawangan
Village, Jeruklegi District, Cilacap Regency. The aim of this research is to analyze the influence of
production factors on the production results of hybrid corn farming, both partially and jointly.
This research is a type of quantitative research using primary data obtained through interviews
and questionnaires. The sampling method uses simple random sampling. The object of this research is
Sawangan Village, Jeruklegi District, Cilacap Regency. The population in this study were all hybrid corn
farmers in Sawangan Village. The number of respondents taken in this research was 89 respondents.
The data analysis technique used is multiple linear regression analysis.
Based on the research results, it can be concluded that: 1) The variables of land area, seeds,
fertilizer, labor and farmer experience together have an influence on hybrid corn production results, 2)
The land area variables have a positive and significant effect on hybrid corn production results, 3) Seed
variables have a positive and insignificant effect on hybrid corn production results, 4) Land fertilizer
variables have a positive and significant effect on hybrid corn production results, 5) Labor variables
have a positive and significant effect on hybrid corn production results, 6) Farmer experience variables
have a positive effect and not significant to hybrid corn production results.
The implication of this research is that in carrying out hybrid corn farming, farmers in
Sawangan Village should pay attention to the production factors of land area, fertilizer and labor
because these three variables have a positive and significant influence on the production of hybrid corn
produced and the Government must pay attention to and increase fertilizer subsidies for farmers by
optimizing the allocation of fertilizer distributed through farmer cards so that farmers' fertilizer needs
can be met, so as not to hamper farming activities carried out by farmers.
Kata kunciLuas Lahan, Benih, Pupuk, Tenaga Kerja, Pengalaman Petani
Pembimbing 1Dr.Agus Arifin, S.E, M.Sc
Pembimbing 2Pahrul Fauzi, S.E, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2024-02-13 13:33:22.629029
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.