Artikel Ilmiah : I1B020055 a.n. RATIH ANTIKASARI

Kembali Update Delete

NIMI1B020055
NamamhsRATIH ANTIKASARI
Judul ArtikelPENGARUH KONSUMSI TEH OOLONG TERHADAP SKALA NYERI DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Dismenorea primer merupakan masalah yang sering dialami wanita saat menstruasi dan memerlukan penanganan. Konsumsi teh oolong merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dismenorea primer.
Metodologi: Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2024 menggunakan metode penelitian eksperimental dengan pre post test with control group. Instrumen yang digunakan yaitu Numeric Rating Scale. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 42 responden. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test dan Independen T-test. Intervensi diberikan berupa teh oolong sebanyak gr yang dikonsumsi satu hari sekali pada hari ke-1 dan ke-2 pada saat terjadi dismenorea primer.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata skala nyeri sebelum diberikan intervensi sebesar 3,36, sedangkan sesudah diberikan intervensi nilai rata-rata skala nyeri menjadi 2,26. Karakteristik responden pada usia menarche mayoritas berusia ≥11 tahun, sebesar 71,4% mengalami siklus menstruasi normal, dan sebesar 54,8% memiliki riwayat keluarga yang mengidap dismenorea primer. Berdasarkan hasil uji statistik Paired Sample T-test menunjukkan nilai p-value <0,05 yang artinya terdapat perbedaan pada skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Sedangkan hasil uji statistik Independent T-test menunjukkan nilai p-value <0,05 yang artinya terdapat perbedaan skala nyeri antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah diberikan intervensi.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh konsumsi teh oolong terhadap skala nyeri dismenorea primer.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Primary dysmenorrhea is a problem that women often experience during menstruation and requires treatment. Consuming oolong tea is a non-pharmacological therapy that can be used to reduce primary dysmenorrhoea pain.
Method: This research was conducted in January 2024 using experimental research methods with a pre-post test with control group. The instrument used is the Numeric Rating Scale. The sampling technique used total sampling with a sample size of 42 respondents. Data analysis used the Paired Sample T-test and Independent T-test. The intervention was given in the form of grams of oolong tea which was consumed once a day on days 1 and 2 when primary dysmenorrhoea occurred.
Results: The results showed that the average of the pain scale before the intervention was 3.36, while after the intervention the average of the pain scale value was 2.26. The characteristics of respondents at the age of menarche were mostly ≥11 years old, 71.4% had normal menstrual cycles, and 54.8% had a family history of primary dysmenorrhoea. Based on the results of the Paired Sample T-test statistical test, it shows a p-value <0.05, which means there is a difference in the pain scale before and after the intervention. Meanwhile, the results of the Independent T-test statistical test showed a p-value <0.05, which means there was a difference in the pain scale between the experimental group and the control group after being given the intervention.
Conclusion: There is an effect of oolong tea consumption on the primary dysmenorrhoea pain scale.
Kata kunciDismenorea Primer, Menstruasi, Teh Oolong
Pembimbing 1Aprilia Kartikasari, S.Kep., Ns., M.Kep
Pembimbing 2Nuriya, S. Kep., Ners., Sp. Kep. M.B
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2024-02-13 12:51:07.625743
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.