Artikel Ilmiah : A1D019189 a.n. FAKHRI GILANG FATURRAHMAN

Kembali Update Delete

NIMA1D019189
NamamhsFAKHRI GILANG FATURRAHMAN
Judul ArtikelKAJIAN AGIHAN (DISTIBUSI) UNSUR HARA SULFUR DI LAHAN SAWAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK
Abstrak (Bhs. Indonesia)Unsur hara Sulfur merupakan salah satu unsur esensial yang dibutuhkan oleh tanaman, diserap
dalam bentuk ion sulfat dan direduksi menjadi gugus sulfhidril di dalam tanaman. Belerang di lapisan atas
tanah terutama berasal dari bahan organik, kandungannya bervariasi, dan dipengaruhi oleh tambahan
belerang dari air irigasi, udara, pupuk, pestisida dan fungisida. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah
dengan pertanaman padi di Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Sampel tanah
dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah/Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal
Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2022 sampai bulan April 2023.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah contoh tanah dari lahan sawah pertanaman padi dari
setiap titik pengamatan, peta administrasi, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta kelerengan, dan
bahan kimia untuk analisis kimia tanah di laboratorium. Alat yang digunakan pada penelitian ini untuk
pembuatan peta yaitu laptop, software QGIS 3.24.3 dan printer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
agihan unsur hara S di lahan sawah memiliki harkat tinggi sampat tinggi dengan nilai antara 149,60-894,25
ppm SO4, Rerata S-tersedia tanah di SLH 1 adalah 313,45 ppm SO4, SLH 2 467,01 ppm SO4, SLH 3
543,72 ppm SO4, Kebutuhan pupuk S yang direkomendasikan berkisar 24,21-47,53 kg SO4/ha dengan
rerata pada SLH 1 11,96 kg SO4/ha atau setara dengan 100,89-198,06 kg ZA/ha dengan rerata pada SLH 1
49,82 kg ZA/ha. Hubungan antara unsur hara Sulfur dengan hasil tanaman dinyatakan dengan persamaan
y = 0,0024x + 5,421 dengan R2 = 0,256.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sulfur nutrient is one of the essential elements needed by plants, absorbed in the form of sulfate
ions and reduced to sulfhydryl groups in plants. Sulfur in the top layer of soil mainly comes from organic
matter, its content varies, and is influenced by additional sulfur from irrigation water, air, fertilizer,
pesticides and fungicides. This research was carried out in rice fields with rice cultivation in Purwareja
Klampok District, Banjarnegara Regency. Soil samples were analyzed at the Soil Science/Land Resources
Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was carried
out from December 2022 to April 2023. The materials used in this research were soil samples from rice
fields from each observation point, administrative maps, soil type maps, land use maps, slope maps, and
chemicals for analysis. Soil chemistry in the laboratory. The tools used in this research for making maps
were a laptop, QGIS 3.24.3 software and a printer. The results of the research show that the distribution
of the nutrient S in paddy fields has a high to high value with values between 149.60-894.25 ppm SO4, the
average S-available soil in SLH 1 is 313.45 ppm SO4, SLH 2 467.01 ppm SO4, SLH 3 543.72 ppm SO4,
The recommended need for S fertilizer ranges from 24.21-47.53 kg SO4/ha with an average at SLH 1 11.96
kg SO4/ha or the equivalent of 100.89-198.06 kg ZA/ha with an average at SLH 1 49.82 kg ZA/ha. The
relationship between the nutrient Sulfur and plant yields is expressed by the equation y = 0.0024x + 5.421
with R
2 = 0.256.
Kata kunci Sulfur, Tanaman Padi, Lahan Sawah, Daerah Aliran Sungai (DAS)
Pembimbing 1Dr. Ir. Muhammad Rif'an, M.P
Pembimbing 2Ratri Noorhidayah, S.P, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2024-02-09 00:36:45.603663
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.