Artikel Ilmiah : A1A017076 a.n. MAULA WIDYARATRI DWI MARDIKA

Kembali Update Delete

NIMA1A017076
NamamhsMAULA WIDYARATRI DWI MARDIKA
Judul ArtikelAnalisis Perwilayahan Komoditas Padi Sawah di Kabupaten Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)Padi sawah merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki jumlah produksi tertinggi dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya di Kabupaten Banjarnegara. Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Banjarnegara terdapat usahatani padi sawah dengan jumlah produksi yang berbeda-beda dan belum dapat dipastikan apakah padi sawah merupakan komoditas basisnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian peran komoditas padi sawah dalam pembangunan daerah di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui daerah basis padi sawah di Kabupaten Banjarnegara, (2) mengetahui karakteristik penyebaran komoditas padi sawah berdasarkan lokalita dan spesialisasi di Kabupaten Banjarnegara, dan (3) mengetahui peranan padi sawah sebagai sektor basis dalam mendukung kegiatan sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, jenis data digunakan yaitu data sekunder dengan metode pengambilan data menggunakan metode dokumentasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu 2013-2022. Data sekunder diolah menggunakan Software Excel 2010. Objek penelitian yaitu produksi padi sawah tahun 2013-2022. Metode analisis data digunakan yaitu Analisis Location Quotient (LQ); Analisis Lokalita dan Spesialisasi; dan Analisis Basic Service ratio (BSR) dan Regional Multiplier (RM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) wilayah basis komoditas padi sawah di Kabupaten Banjarnegara tahun 2013-2022 adalah Kecamatan Susukan, Purwareja Klampok, Mandiraja, Banjarnegara, Pagedongan, Sigaluh, Madukara, Banjarmangu, Wanadadi, Rakit, Karangkobar, Pagentan, Kalibening dan Pandanarum, (2) karakteristik penyebaran komoditas padi sawah di Kabupaten Banjarnegara tidak terkonsentrasi pada suatu kecamatan dan tidak satu pun kecamatan yang menspesialisasikan pada komoditas padi sawah saja, dan (3) sektor basis komoditas padi sawah tahun 2013-2022 mampu mendukung kegiatan pertanian di Kabupaten Banjarnegara.
Abtrak (Bhs. Inggris)Lowland rice is a food crop commodity that has the highest production volume compared to other food crops in Banjarnegara Regency. Almost every sub-district in Banjarnegara Regency has lowland rice farming with different production levels and it is not certain whether lowland rice is the basic commodity. Therefore, it is necessary to research the role of lowland rice commodities in regional development in Banjarnegara Regency. This research aims to: (1) determine the base areas for lowland rice in Banjarnegara Regency, (2) determine the characteristics of the distribution of lowland rice commodities based on locality and specialization in Banjarnegara Regency, and (3) determine the role of lowland rice as a base sector in supporting agricultural sector activities food crops in Banjarnegara Regency.
This research is quantitative descriptive research, the type of data used is secondary data with data collection methods using documentation methods from the Central Statistics Agency (BPS) in the period 2013-2022. Secondary data was processed using Excel 2010 software. The research object was lowland rice production in 2013-2022. The data analysis method used is Location Quotient (LQ) Analysis; Locality and Specialization Analysis; and Analysis of Basic Service Ratio (BSR) and Regional Multiplier (RM).
The research results show that (1) the commodity base areas for lowland rice in Banjarnegara Regency in 2013-2022 are the Districts of Susukan, Purwareja Klampok, Mandiraja, Banjarnegara, Pagedongan, Sigaluh, Madukara, Banjarmangu, Wanadadi, Rakit, Karangkobar, Pagentan, Kalibening and Pandanarum, (2) the characteristics of the distribution of lowland rice commodities in Banjarnegara Regency are not concentrated in one sub-district and not a single sub-district specializes in lowland rice commodities alone, and (3) the lowland rice commodity base sector in 2013-2022 is able to support agricultural activities in Banjarnegara Regency.
Kata kuncibasic service ratio (BSR) dan regional multiplier (RM), location quotient (LQ), lokalita dan spesialisasi, perwilayahan.
Pembimbing 1Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Ir. Tatang Widjojoko, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2024-02-07 10:50:05.441578
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.