Artikel Ilmiah : E1A019234 a.n. MUHAMMAD RAFI AZIS

Kembali Update Delete

NIME1A019234
NamamhsMUHAMMAD RAFI AZIS
Judul ArtikelTIDAK DIGANGGUGUGATNYA GEDUNG PERWAKILAN ASING MENURUT KONVENSI WINA 1961 TENTANG HUBUNGAN DIPLOMATIK
(Studi Kasus tentang Penembakan Yvonne Fletcher di Wilayah Kedutaan Besar Libya untuk Inggris pada 1984)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dalam pelaksanaan hubungan diplomatik yang melibatkan agen diplomatik, terkadang terjadi penyalahgunaan hak kekebalan dan keistimewaan diplomatik. Berdasarkan kasus dalam penelitian ini, agen diplomatik Libya melakukan penembakan dari dalam gedung perwakilan diplomatik yang menewaskan seorang polisi yaitu Yvonne Fletcher, Inggris sekalu negara penerima tidak dapat melakukan penyelidikan karena terhalang oleh prinsip inviolability gedung perwakilan diplomatik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan tidak dapat diganggugugatnya gedung perwakilan asing menurut Konvensi wina 1961 tentang hubungan diplomatik dan menganalisis prinsip tidak diganggugugatnya gedung perwakilan asing dalam kasus penembakan Yvonne Fletcher pada 1984 oleh staf perwakilan diplomatik Libya serta tanggung jawab negara Libya. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan analisis, dan pendekatan kasus, serta menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan yang disajikan dengan deskriptif naratif serta menggunakan metode analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, gedung perwakilan mendapatkan kekebalan dan tidak dapat diganggu gugat berdasarkan Pasal 22 ayat (1) Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, namun agen diplomatik negara pengirim juga harus menghormati hukum negara penerima dan dilarang untuk mempergunakan gedung perwakilan di luar fungsinya sebagaimana Pasal 41 ayat (1) dan (3). Agen diplomatik Libya melakukan pelanggaran Pasal 41 ayat (1) dan (3) dengan melakukan penembakan yang berakibat tewasnya Yvonne Fletcher. Dalam kejadian ini kepolisian Inggris tidak dapat melakukan penyelidikan terhadap gedung kedutaan Libya karena menurut Pasal 22 ayat (1) untuk memasuki gedung kedutaan harus berdasarkan izin dari kepala perwakilan. Atas kejadian ini Inggris memutuskan hubungan diplomatik dengan Libya dan mendeklarasikan persona non grata kepada semua agen dan staf diplomatik Libya yang berada di Inggris dan memulai penyelidikan atas kematian Fletcher di gedung perwakilan Libya.
Abtrak (Bhs. Inggris)In the implementation of diplomatic relations involving diplomatic agents, sometimes there is an abuse of diplomatic immunity and privileges. In the case under study, Libyan diplomatic agents carried out a shooting from within the diplomatic mission premises, resulting in the death of a police officer, namely Yvonne Fletcher. The UK, as the receiving state, was unable to conduct an investigation due to the principle of the inviolability of the diplomatic mission premises.
The objective of this research is to understand the regulation of the inviolability of foreign mission premises according to the Vienna Convention on Diplomatic Relations 1961 and to analyze the principle of the inviolability of foreign mission premises in the case of the shooting of Yvonne Fletcher in 1984 by the staff of the Libyan diplomatic mission and the responsibility of the Libyan state. This research employs legislative approach, analytical approach, and case approach, and uses a descriptive analytical research specification. The data sources used are secondary data. The data collection method is conducted through literature review presented with descriptive narrative and employs qualitative analysis methods.
Based on the research findings, the diplomatic mission premises are granted immunity and inviolable according to Article 22 paragraph (1) of the Vienna Convention on Diplomatic Relations 1961. However, diplomatic agents of the sending state must also respect the laws of the receiving state and are prohibited from using the mission premises beyond its functions, as stipulated in Article 41 paragraphs (1) and (3). The Libyan diplomatic agents violated Article 41 paragraphs (1) and (3) by carrying out the shooting that resulted in the death of Yvonne Fletcher. In this incident, the British police were unable to investigate the Libyan embassy premises because, according to Article 22 paragraph (1), entry into the embassy premises must be based on permission from the head of the mission. Due to this incident, the UK decided to sever diplomatic ties with Libya, declared persona non grata to all Libyan diplomatic agents and staff in the UK, and initiated an investigation into Fletcher's death at the Libyan diplomatic mission
Kata kuncikekebalan diplomatik, tidak dapat diganggugugatnya gedung perwakilan, pertanggujawaban negara, diplomat Libya
Pembimbing 1Dr. Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H.
Pembimbing 2Wismaningsih, S.H., M.H.
Pembimbing 3Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum
Tahun2024
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2024-02-07 08:28:52.594431
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.