Artikel Ilmiah : A1A007005 a.n. WAHYU HARRI PRASANGKA

Kembali Update Delete

NIMA1A007005
NamamhsWAHYU HARRI PRASANGKA
Judul ArtikelDaya Hasil Beberapa Klon Garut (Marantha arundinacea L.) pada Intensitas Cahaya yang Berbeda
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tanaman garut berpotensi untuk menggantikan tepung terigu. Garut dapat
tumbuh di tempat yang ternaungi tanpa menurunkan kualitas dan umbinya. Penelitian
bertujuan untuk: 1) mengkaji pengaruh intensitas cahaya pada pertumbuhan dan hasil
tanaman garut; 2) mengkaji morfologi tanaman garut pada intensitas cahaya rendah;
3) menyeleksi klon-klon garut yang tahan naungan dan berdaya hasil tinggi.
Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas
Jenderal Soedirman Purwokerto, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto
Utara, Kabupaten Banyumas, pada ketinggian tempat 110 meter di atas permukaan
laut (dpl). Jenis tanah yang digunakan yaitu Inceptisol. Rancangan yang digunakan
adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor
pertama adalah varietas meliputi Lokal Tasikmalaya, Lokal Garut, Lokal Karawang,
Lokal Banyumas 1, Lokal Banyumas 3, Lokal Kulon Progo 1, Lokal Sukabumi,
Lokal Tulungagung 1, Lokal Tulungagung 2, dan Lokal Musirawas. Faktor kedua
penaungan dengan menggunakan paranet dengan intensitas cahaya matahari sebesar
75 % dan 50 %. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan yaitu tinggi tanaman,
jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, lebar bukaan stomata, jumlah anakan, bobot
brangkasan dan bobot umbi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian naungan pada tanaman garut
berpengaruh pada tinggi tanaman, luas daun dan bukaan stomata. Dari segi
produktivitas antar varietas menunjukkan respon yang serupa terhadap intensitas
cahaya karena kesamaan moyangnya, sehingga secara karakteristik banyak
kemiripan. Interaksi yang terjadi antara intensitas cahaya dengan varietas hanya
terdapat pada tinggi tanaman
Abtrak (Bhs. Inggris)Arrowroot plant potencially to substitute wheat flour. Arrowroot plant can
grow at shaded place without decrease the quality and tuber yield. The research aims
to: 1) study the effect of light intensity on growth and yield of arrowroot plant; 2)
study arrowroot plant morphology and physiology adaptation in low light intensity,
3) select resistant arrowroot clones to shading and has high yielding ability.
This research was conducted at experiment station of Faculty of Agriculture,
Jenderal Sudirman University, Grendeng, Purwokerto at altitude of above 11o meter
sea level. The soil type used was Inceptisol. The design used was Block Randomized
Completely Design with two factors. The first factor was varieties there are Lokaly
variety of Tasikmalaya, Lokaly variety of Garut, Lokaly variety of Karawang, Lokaly
variety of Banyumas 1, Lokal Banyumas 3, Lokal Kulon Progo 1, Lokal Sukabumi,
Lokal Tulungagung 1, Lokaly variety of Tulungagung 2, and Lokaly variety of
Musirawas. The second factor was shading with paranet, there are 75% and 50%.
Observed variables was plant growth characteristic there were plant height, leaf
number, leaf area, leaf greenness, stomata aperture, number of tillers, stover weight
and tubers weight.
The results showed that the shade affect plant height, leaf area and stomatal
aperture of arrowroot plant. In terms of productivity among varieties showed a
similar response to the light intensity due to the ancestors resemblance, so that
characteristically, which seems have the highest tuber weight. The interaction
occured between light intensity and varieties found only on plant height.
Kata kunciklon/varietas garut, intensitas cahaya yang berbeda
Pembimbing 1Ir. Utomo, MP
Pembimbing 2Purwanto SP. MSc
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.