Artikel Ilmiah : A1D019057 a.n. EKO WIRDIANTO

Kembali Update Delete

NIMA1D019057
NamamhsEKO WIRDIANTO
Judul ArtikelKARAKTERISTIK KERAPATAN STOMATA TANAMAN BAWANG MERAH DAN MELON BERBASIS SISTEM PERTANAMAN PEMATAH ANGIN ANTAR MUSIM DI LAHAN PASIR PANTAI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Melon merupakan salah satu buah yang digemari oleh masyarakat, begitu pula dengan tanaman bawang merah yang sering dipakai sebagai bumbu masakan Indonesia. Kedua komoditas tersebut permintaannya terus meningkat, namun dibatasi oleh lahan pertanian yang semakin sempit. Pemanfaatan lahan marginal pasir pantai merupakan salah satu upaya dalam mengatasi lahan pertanian yang semakin terbatas. Lahan marginal pasir pantai memiliki faktor pembatas seperti kecepatan angin yang tinggi dan membawa garam yang dapat menyebabkan tanaman tercekam salinitas. Selain itu, perlu diberikan pembenah tanah seperti pupuk kandang dan tanah lempung untuk memperbaiki struktur tanah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk membedakan pengaruh jenis musim, jenis pematah angin, dan jenis tanaman yang digunakan terhadap fisio;ogi tanaman melon dan bawang merah pada lahan pasir pantai, serta mengetahui interaksi antara jenis musim, jenis pematah angin, dan jenis tanaman terhadap fisiologi tanaman melon dan bawang merah.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Petak-Petak Terbagi (Split-Split Plot) dengan tiga faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu jenis musim (Kemarau dan Penghujan). Faktor kedua yaitu jenis pematah angin (Tanpa pematah angin, pematah angin plastik 1,5 m, pematah angin jagung 3 baris, pematah angin jagung sela). Faktor ketiga yaitu jenis tanaman [Tanaman peka salinitas (melon) dan tanaman tahan salinitas (bawang merah)]. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji F dan Uji lanjut DMRT pada taraf kesalahan 5%. Variabel yang diamati adalah kerapatan stomata.
Hasil penelitian menunjukkan jenis musim terbaik yaitu musim penghujan karena memiliki kadar salinitas yang lebih rendah (64,40 EC) dari musim kemarau (75,81 EC). Kerapatan stomata dengan pematah terbaik adalah pematah plastik 1,5 m (117,17 stomata/mm2). Jenis tanaman peka salinitas (melon) menunjukkan hasil rerata kerapatan stomata (85,56 stomata/mm2). Interaksi perlakuan 2 faktor antara jenis tanaman dan usia tanaman berbeda nyata pada variabel kerapatan stomata.
Kata kunci: bawang merah, melon, salinitas, pematah angin, dan pasir pantai.
Abtrak (Bhs. Inggris)Melon is one of the fruits favored by Indonesian people, as well as shallots which are often used as a spice for Indonesian cuisine. The demand for these two commodities are increased continuously, but the land for agriculture purpose is limited. Utilization marginal land of coastal sand is a solution to deal with increasingly limited agricultural land. Marginal land of coastal sand has limiting factors such as high wind speed that carrying salt which can cause salinity stress for plants. In addition, it is necessary to add soil amendments such as manure and clay to improve soil structure. The purpose of this study was to distinguish the effect of season types, windbreak types, and types of plants used on the growth and yield of melon and shallot plants on coastal land, and to determine the interaction between season types, windbreak types, and plant types on growth and yields of melon and shallot.
This study used a Completely Randomized Block Design (RAKL) of Split-Split Plots with three factors and three replications. The first factor is the type of season (dry and rain). The second factor is the type of windbreaker (without windbreaker, 1.5 m plastic windbreaker, 3 rows corn windbreaker, alley corn windbreaker). The third factor is the type of plant [salinity sensitive plants (melon) and salinity resistant plants (shallots)]. The result of the observation data were observed by means of variance and the Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% test was performed. The variables observed is stomata density.
The results showed that the best type of season is the rainy season because it has a lower salinity level (64.40 EC) than the dry season (75.81 EC). The type of windbreaker has a significant effect on the stomata density variable with the best type of windbreaker is a 1.5 m plastic windbreaker (117,17 stomata/mm2). The 2-factor treatment interaction between plant types and the age of the plant was significantly different in the stomata density variable.
Keyword: shallot, melon, salinity, windbreaks, coastal soil.
Kata kunciBawang merah, melon, salinitas, pematah angin, dan pasir pantai.
Pembimbing 1Dr. Ir. Saparso, M.P
Pembimbing 2Dr. Khavid Faozi, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2024-02-05 21:44:53.826193
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.