Artikel Ilmiah : K1C018056 a.n. HANIA BELINDA

Kembali Update Delete

NIMK1C018056
NamamhsHANIA BELINDA
Judul ArtikelANALISA PERGERAKAN AWAN MENGGUNAKAN DATA HIMAWARI-8 PADA SAAT INDEKS MJO DAN IOD AKTIF DAN KORELASINYA DENGAN CURAH HUJAN DI SUMATERA (Tahun 2016)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pulau Sumatera merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mempengaruhi sirkulasi global. Letak Pulau Sumatera secara Geografis berada pada hampir tegak lurus garis ekuator yang merupakan daerah tropis menyebabkan wilayah tersebut memiliki curah hujan dan temperatur tinggi sepanjang tahun. Curah hujan dipengaruhi oleh faktor lokal dan faktor global. Faktor global berupa Madden Jullian Ocean (MJO) dan Indian Ocean Dipole (IOD). Yang bertujuan untuk mengetahui korelasinya IOD dan MJO dengan pergerakan awan dan curah hujan di Pulau Sumatera. Dalam penelitian ini menggunakan data satelit Himawari-8 dan data curah hujan untuk melihat pergerakan awan . Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IOD dan MJO terhadap pergerakan awan dan curah hujan di Sumatera. Alat yang digunakan untuk menentukan pergerakan awan menggunakan perangkat lunak GrADS dan menggunakan data curah hujan di wilayah Kototabang Sumatera barat. Hasil penelitian dari MJO fase 3 dan pergerakan awan dapat di lihat berdasarkan IOD positif dan negatif. Pada IOD positif awan berada di dareah selatan Sumatera dengan curah hujan yang rendah dan tidak adanya awan konvektif serta pada IOD negatif berada di seluruh wilayah fase 3 MJO dengan curah hujan tinggi dan terdapat awan konvektif dengan nilai rata-rata curah hujan bulan Mei 173,811 mm/jam, pada bulan September nilai rata-rata curah hujan 264,329 mm/jam dan 401,932 mm/jam pada bulan Desember. Perbedaan kepekatan awan pada pagi hari dan malam hari yaitu warna ungu dengan temperatur -33,150C dan pagi hari berwarna biru muda dengan temperatur -73,150C.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sumatra Island is one of the regions in Indonesia that influences global circulation. Geographically, the location of Sumatra Island is almost perpendicular to the equator which is a tropical area, causing the region to have high rainfall and temperatures throughout the year. Rainfall is influenced by local factors and global factors. Global factors include the Madden Jullian Ocean (MJO) and the Indian Ocean Dipole (IOD). Which aim to determine the between IOD and MJO with the movement of clouds and rainfall on the island of Sumatra. In this study using Himawari-8 satellite data and rainfall data to see the movement ofthe cloudes. This study aims to determine the relationship between IOD and MJO on cloud movement and rainfall in Sumatra. The tool used to determine cloud movement uses GrADS software and uses rainfall data in the Kototabang area of West Sumatra. The research results from MJO phase 3 and cloud movement can be seen based on positive and negative IOD. In the positive IOD the clouds are in the southern area of Sumatra with low rainfall and there are no convective clouds and in the negative IOD are in all areas of phase 3 MJO with high rainfall and there are convective clouds with an average rainfall value in May 173.811 mm/ O'clock, in September the average value of rainfall is 264.329 mm/hour and 401.932 mm/hour in December. The difference in cloud density in the morning and at night is purple with a temperature of -33.150C and light blue in the morning with a temperature of -73.150C.
Kata kunciCurah Hujan, Himawari-8, IOD, MJO, Sumatera.
Pembimbing 1Jamrud Aminuddin, S.Si., M.Si., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Wendi Harjupa, M.Eng
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman91
Tgl. Entri2024-02-05 20:56:31.235693
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.