Artikel Ilmiah : B1A020107 a.n. ETIK ELIZA

Kembali Update Delete

NIMB1A020107
NamamhsETIK ELIZA
Judul ArtikelPerbandingan Genetik Beberapa Kultivar Tanaman Tapak Dara [Catharanthus roseus (L.) G. Don] Berdasarkan Daerah Intergenik atpB-rbcL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tapak dara [Catharanthus roseus (L.) G. Don] merupakan tanaman hias dan tanaman obat dari Familia Apocynaceae. Tanaman yang banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis ini memiliki beberapa kultivar dengan berbagai variasi morfologi, terutama dalam hal warna bunga. Seleksi kultivar tapak dara, khususnya terkait dengan pemanfaatannya sebagai tanaman obat, memerlukan landasan karakterisasi molekuler. Hal ini karena selain tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karakterisasi molekuler dapat dilakukan pada semua fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan genetik beberapa kultivar C. roseus berdasarkan sekuen daerah intergenik atau intergenic spacer (IGS) atpB-rbcL dan menganalisis hubungan filogenetik di antara kultivar-kultivar tersebut. Analisis molekuler dilaksanakan di Laboratorium Genetika dan Molekuler Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, yang meliputi tahapan ekstraksi DNA menggunakan metode CTAB dan amplifikasi IGS atpB-rbcL menggunakan teknik PCR dengan sepasang primer universal. Sekuensing IGS atpB-rbcL dilaksanakan dengan mengirimkan produk PCR ke Firstbase Malaysia. Data sekuen yang didapatkan diolah menggunakan perangkat lunak Bioedit versi 7.0.4.1 dan diperiksa secara manual. Verifikasi sekuen dilakukan melalui blasting menggunakan referensi pangkalan data NCBI. Penjajaran sekuen dilakukan menggunakan Program ClustalW di dalam perangkat lunak BioEdit versi 7.0.4.1. Analisis hubungan filogenetik antarkultivar dilakukan menggunakan analisis Neighbor-Joining, UPGMA, dan Maximum Likelihood dalam perangkat lunak MEGA versi 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuen IGS atpB-rbcL yang didapatkan menunjukkan perbedaan, baik antara kultivar C. roseus liar dan kultivar mutan maupun di antara sesama kultivar tipe liar. Perbedaan terlihat baik berupa substitusi basa maupun insersi-delesi. Meskipun demikian, hubungan kekerabatan genetik antarkultivar tersebut masih relatif berdekatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Madagascar periwinkle [Catharanthus roseus (L.) G. Don] is an ornamental and medicinal plant species belonging to the Family of Apocynaceae. This plant commonly found in tropical and subtropical areas has several cultivars of various morphological types, especially with respect to flower colour. Cultivar selection, especially in relation to its utilization as a medicinal herb requires a foundation of molecular characterization. This is because apart of not being affected by environmental factors, such characterization can also be implemented at any stages of plant growth and development. The aims of this study are to perform genetic comparison of several C. roseus cultivars based on the sequence of atpB-rbcL intergenic spacer (IGS) and to analyse the phylogenetic relationship among the cultivars. Molecular analysis was carried out at the Genetics and Molecular Laboratory, the Faculty of Biology, Universitas Jenderal Soedirman, including DNA extraction using CTAB method and atpB-rbcL IGS amplification employing PCR technique with a pair of universal primers. Sequencing of atpB-rbcL IGS was performed by sending the PCR products to Firstbase, Malaysia. The sequence data obtained were edited using Bioedit software version 7.0.4.1 and checked manually. Sequence verification was performed by blasting to the NCBI database. Sequence alignment was performed using the ClustalW Program implemented in the BioEdit software version 7.0.4.1. The phylogenetic relationships among cultivars was analyzed using Neighbour-Joining, UPGMA and Maximum Likelihood in the MEGA software version 11. The results revealed that differences in the atpB-rbcL IGS sequences of both between C. roseus wild types and mutant cultivars, and those within wild type cultivars were observed. These were either of base substitutions or insertion-deletions. However, relatively close genetic relationships among cultivars were still present.
Kata kunciatpB-rbcL IGS, genetic comparison, Madagascar periwinkle
Pembimbing 11. Prof. Dr. Agus Hery Susanto, M.S.
Pembimbing 22. Prof. Dr. Murni Dwiati, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2024-02-01 00:30:28.010117
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.