Artikel Ilmiah : A1F018018 a.n. RESFANESYA KURNIA PUTRI

Kembali Update Delete

NIMA1F018018
NamamhsRESFANESYA KURNIA PUTRI
Judul ArtikelUji Fungsi Kertas Kurkumin Dari Ekstrak Temu Mangga (Curcuma Mangga Val.) Sebagai Alat Pendeteksi Boraks
Abstrak (Bhs. Indonesia)Boraks merupakan salah satu bahan berbahaya yang termasuk bahan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang penggunaan nya salah digunakan. Boraks sering kali digunakan masyarakat untuk bahan pengawet makanan dan juga sebagai bahan pengenyal agar bahan makanan menjadi lebih kenyal dan tahan lama. Pelanggaran penggunaan bahan berbahaya ini sudah di larang oleh pemerintah sebagaimana Peraturan Mentri Kesehatan RI No.033 tahun 2012 yang melarang penggunaan boraks pada makan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahan tambahan yang berbahaya mengakibatkan terjadinya pelanggaran salah satunya pelanggaran penggunaan boraks. Boraks dapat deteksi dengan menggunakan kertas kurkumin secara kualitatif. Pembuatan kertas kurkumin tergolong cepat, mudah dan murah, karena bahan utama nya yang mudah didapat yaitu menggunakan kurkumin dari bahan alami rimpang temu mangga. Temu mangga merupakan tumbuhan dari anggota Famili Zingiberaceae yang masih satu famili dari kunyit. Pemanfaatan rimpang temu mangga masih sangat sedikit dikarenakan belum banyak masyarakan yang mengetahui tumbuhan rimpang. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui adanya boraks dengan menggunakan bahan alami ekstrak temu mangga; 2) Untuk mengetahui perubahan warna pada alat indikator boraks berdasarkan berbagai konsentrasi temu mangga dan jenis kertas. Penelitian ini menggunakan menggunakan model penelitian analisis regresi linier sederhana dengan perlakuan jenis kertas saring whatman no. 2 (W1), whatman no. 40 (W2), whatman no. 42 (W3) dan berbagai konsentrasi temu mangga 10% (T1), 15% (T2), 20% (T3). Pada penelitian ini dilakukan pengujian variabel sensori meliputi intensitas perubahan warna pada kertas kurkumin dengan pengujian menggunakan larutan boraks (0 ppm, 5 ppm, 35 ppm dan 65 ppm). Hasil pengujian intensitas perubahan warna pada kertas kurkuin dianalisis menggunakan analisis regresi linier. Kombinasi perlakuan terbaik ditentukan dengan menggunakan uji Indeks Efektifitas. Berdasarkan pengujian kertas terhadap beberapa konsentrasi boraks mengalami perubahan warna menjadi merah. Perubahan warna dari kuning menjadi merah ini terjadi karena adanya pertemuan antara asam boraks dengan kurkumin yang menghasilkan kompleks warna rosasianin. Hasil uji intensitas warna pada nilai L* bahwa semakin besar konsentrasi boraks yang diuji pada kertas kurkumin, akan terjadi penurunan tingkat kecerahan. Pada nilai a*, bahwa semakin besar nilai a* akan menunjukan perubahan warna kertas kurkumin menjadi warna merah. Pada nilai b*, bahwa semakin kecil nilai b* akan menunjukan penurunan warna kuning pada kertas kurkumin. Hasil uji indeks efektifitas diperoleh kombinasi perlakuan terbaik dari kombinasi perlakuan W2T1 yaitu kertas saring whatman no. 42 dan konsentrasi temu mangga 10%. Pada kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan nilai intensitas warna pada pengujian dengan larutan boraks 0 ppm (L*:91,81, a*:-0,13, b*:22,38), 5 ppm (L*:70,15, a*:0,2, b*:15,63), 35 ppm (L*:67,12, a*:0,76, b*:14,26) dan 65 ppm (L*:64,5, a*:4,73, b*:9,07)
Abtrak (Bhs. Inggris)Borax is one of the dangerous substances included in the B3 category (Hazardous and Toxic Materials) whose use is misused. Borax is often used by the community as a food preservative and also as a softening agent to make food ingredients more elastic and long-lasting. Violations of the use of this hazardous substance have been prohibited by the government as stipulated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 033 of 2012, which prohibits the use of borax in food. The lack of public knowledge about dangerous additives results in violations, one of which is the misuse of borax. Borax can be detected using curcumin paper qualitatively. The making of curcumin paper is relatively quick, easy, and inexpensive because the main ingredient is easily obtained, namely using curcumin from the natural rhizome of mango ginger. Mango ginger is a plant from the Zingiberaceae family, which is in the same family as turmeric. The utilization of mango ginger rhizomes is still very limited because not many people are aware of this rhizome plant.
This study aims to: 1) Determine the presence of borax using natural mango ginger extract; 2) Determine the color change in the borax indicator tool based on various concentrations of mango ginger and types of paper.
This study used a simple linear regression analysis research model with the treatments of Whatman filter paper no. 2 (W1), Whatman no. 40 (W2), Whatman no. 42 (W3), and various concentrations of mango ginger 10% (T1), 15% (T2), 20% (T3). In this study, sensory testing was conducted, including the intensity of color change on curcumin paper with testing using borax solutions (0 ppm, 5 ppm, 35 ppm, and 65 ppm). The results of the color change intensity test on curcumin paper were analyzed using linear regression analysis. The best treatment combination was determined using the Effectiveness Index test.
Based on the paper testing against several borax concentrations, a color change to red occurred. This color change from yellow to red occurs due to the interaction between boric acid and curcumin, which produces a rosasianin color complex. The color intensity test results on the L* value show that the higher the borax concentration tested on curcumin paper, the lower the brightness level. On the a* value, the higher the a* value, the more the curcumin paper changes color to red. On the b* value, the smaller the b* value, the more the yellow color decreases on the curcumin paper. The effectiveness index test results obtained the best treatment combination from the W2T1 treatment combination, which is Whatman filter paper no. 40 and a 10% concentration of mango ginger. In this treatment combination, the color intensity values in the testing with borax solutions were 0 ppm (L*:89.81, a*:-1.67, b*:30.31), 5 ppm (L*: 73.45, a*: -1.34, b*: 25.81), 35 ppm (L*: 66.04, a*: 6.19, b*: 20.06), and 65 ppm (L*: 59.97, a*: 8.69, b*: 14.33).
Kata kuncikertas kurkumin, boraks, temu mangga
Pembimbing 1Ali Maksum, S.TP., M.P.
Pembimbing 2Dr. Mustaufik, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2024-01-31 21:23:35.347758
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.