Artikel Ilmiah : I1C019009 a.n. TASYA MELINDA SILITONGA
| NIM | I1C019009 |
|---|---|
| Namamhs | TASYA MELINDA SILITONGA |
| Judul Artikel | PENGEMBANGAN MODEL HEWAN UNTUK ANALISIS KETOKSIKAN AKIBAT DIETILEN GLIKOL (DEG) PADA ORGAN GINJAL MELALUI PENGAMATAN HISTOPATOLOGI |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Dietilen Glikol (DEG) merupakan senyawa organik yang ditemukan sebagai cemaran dari pelarut propilen glikol dan gliserin penyebab ketoksikan pada ginjal. Keracunan setelah paparan DEG disebabkan oleh metabolitnya yang dihasilkan dari proses metabolisme di ginjal maupun hati. Pada kondisi keracunan DEG, ginjal mengalami gangguan seperti toksisitas tubulus ginjal, peradangan, kerusakan glomerulus, pembengkakan endothelial, dan inflamasi hemoragi pada jaringan interstitial. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis toksik DEG yang dapat menyebabkan keracunan hingga kerusakan pada ginjal. Histopatologi merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi adanya cedera ginjal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan hewan coba tikus (Rattus norvegicus) dengan 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok A: kontrol normal (tikus sehat tanpa perlakuan), kelompok B: diinduksi DEG 1 g/kg BB, kelompok C: diinduksi DEG 3 g/kg BB, serta Kelompok D: diinduksi DEG 5 g/kg BB. Dilakukan penilaian kuantitatif menggunakan skoring The EGTI (Endothelial, Glomerulus, Tubulus dan Interstitial). Pada kelompok perlakukan dengan dosis 1,3, dan 5 g/kg BB yang diberikan menimbulkan tanda ketoksikan dari pengamatan makroskopik dan mikroskropik. Secara makroskopik ditemukan perubahan warna ginjal dari merah bata menjadi coklat muda (kekuningan). Akan tetapi, perbedaan tidak ditemukan pada bentuk dan ukuran ginjal. Pengamatan mikroskopik dengan pewarnaan H&E menunjukkan kerusakan pada glomerulus, tubulus dan interstitial pada kelompok DEG dosis 1,3, dan 5 g/kg BB dibanding kelompok kontrol normal. Kelompok DEG 1 g/kg BB secara signfikan (p <0,05) menunjukkan perbedaan tingkat kerusakan pada glomerulus dan tubulus dibanding dengan kelompok DEG 3 g/kg BB. Namun, jika dibandingkan dengan kelompok DEG 5 g/kg BB ditemukan perbedaan kerusakan pada parameter glomerulus, tubulus dan interstitial. Adapun data rerata skoring antara kelompok 3 g/kg BB dengan kelompok 5 g/kg BB juga menunjukkan perbedaan bermakna pada jaringan tubulus dan interstitial. Pemberian DEG pada dosis 3 g/kg BB dan 5 g/kg pada tikus galur winstar (Rattus norvegicus) mampu menyebabkan ketoksikan sekaligus kerusakan pada jaringan glomerulus maupun tubulus secara signifikan. Model hewan untuk analisis keracunan dietilen glikol dapat dibuat menggunakan dosis dietilen glikol 3 dan 5 g/kg BB. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Diethylene Glycol (DEG) is an organic compound found as contamination from propylene glycol and glycerin solvents that causes kidney toxicity. Poisoning after exposure to DEG is caused by its metabolites resulting from metabolic processes in the kidneys and liver. In conditions of DEG poisoning, the kidneys experience disorders such as renal tubular toxicity, inflammation, glomerular damage, endothelial thickening, and hemorrhagic inflammation in the interstitial tissue. This study aims to determine the toxic dose of DEG that can cause poisoning to damage to the kidneys and is expected to be a reference in the development of test animal models for DEG metabolomics profile analysis. Histopathology is recognized as the most appropriate examination to detect the presence of kidney injury. This research is an experimental study using rat (Rattus norvegicus) animals with 4 treatment groups, they group A: normal control (healthy rats without treatment), group B: induced by DEG 1 g/kg BW, group C: induced by DEG 3 g /kg BW, and Group D: induced DEG 5 g/kg BW. A quantitative assessment was carried out using The EGTI (Endothelial, Glomerular, Tubular and Interstitial) scoring. In the treatment group, doses of 1,3 and 5 g/kg BW caused signs of toxicity from macroscopic and microscopic observations. Macroscopically, a change in kidney color was found from brick red to light brown (yellowish). However, no differences were found in the shape and size of the kidneys. Microscopic observation with H&E staining showed damage to the glomerulus, tubules and interstitium in the DEG group at doses of 1,3 and 5 g/kg BW compared to the normal control group. The 1 g/kg BW DEG group showed significant differences in the level of glomeruli and tubule damage (p < 0.05) compared to the 3 g/kg BW DEG group. However, when compared with the DEG 5 g/kg BW group, differences were found in damage to glomerular, tubular and interstitial parameters. The average score data between the 3 g/kg BW group and the 5 g/kg BW group also showed significant differences in tubular and interstitial tissue. Administration of DEG at a dose of 3 g/kg and 5 g/kg BW to Winstar strain rats (Rattus norvegicus) was able to cause toxicity as well as significant damage to glomerular and tubular tissue. Animal models for analyzing diethylene glycol poisoning can be created using diethylene glycol doses of 3 and 5 g/kg BW. |
| Kata kunci | Dietilen Glikol, Keracunan, Histopatologi Ginjal, Sistem Penilaian Skor Histologi (EGTI) |
| Pembimbing 1 | apt Heny Ekowati, M.Sc.Ph.D |
| Pembimbing 2 | apt. Triyadi Hendra Wijaya, M.Si |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2024-01-30 11:16:56.61439 |