Artikel Ilmiah : F1A020027 a.n. AFIFAH MULIA CHAERANI

Kembali Update Delete

NIMF1A020027
NamamhsAFIFAH MULIA CHAERANI
Judul ArtikelKesetaraan Gender dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi KB (Studi Pada Pria Pengguna KB MOP di Desa Kalikesur Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini dilatarbelakangi dari suatu fenomena sosial yang terjadi di masyarakat terkait keikutsertaan pria menjadi pengguna KB MOP. Fenomena tersebut terbilang unik disebabkan kondisi alat kontrasepsi KB lebih banyak diperuntukkan bagi wanita daripada pria, sehingga wanita lebih banyak berperan sebagai pengguna alat kontrasepsi dalam program KB. Lokasi penelitian ini berada Desa Kalikesur, sebab desa tersebut masuk ke dalam salah satu wilayah yang memiliki jumlah pengguna KB MOP terbanyak. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan persepsi dan motivasi dari para pengguna KB MOP di Desa Kalikesur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi KB MOP bagi pengguna KB MOP terkait kesetaraan gender dalam penggunaan alat kontrasepsi KB di Desa Kalikesur, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas berupa pemahaman tentang program KB. Adapun KB MOP dapat diterima di kalangan masyarakat Kalikesur sebab dipandang sebagai program pemerintah dan solusi bagi istri yang memiliki riwayat penyakit. Temuan lain mengenai persepsi dari para pengguna disebabkan dampak nilai-nilai agama, pengambilan keputusan yang didasari anggapan program KB menjadi tanggung jawab bersama, pengalaman pribadi yang bersifat positif, serta KB MOP dipandang sebagai solusi untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Adapun temuan mengenai motivasi dari pengguna KB MOP terkait kesetaraan gender dalam penggunaan alat kontrasepsi KB di Desa Kalikesur, Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas disebabkan munculnya kesadaran diri untuk mengontrol keluarga, pertimbangan kesehatan istri, pertimbangan kondisi ekonomi dan kesejahteraan keluarga, pengalaman negatif yang dirasakan ketika menggunakan alat kontrasepsi KB lain, serta hasil pilihan pasangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is motivated by a social phenomenon that occurs in society regarding the participation of men in becoming MOP contraceptive users. This phenomenon is considered unique because the condition of birth control contraceptives is more intended for women than men, so that women play more of a role as users of contraceptives in family planning programs. The location of this research is Kalikesur Village, because this village is one of the areas that has the largest number of MOP KB users. The aim of this research is to describe the perceptions and motivations of MOP KB users in Kalikesur Village. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques in the form of in-depth interviews, observation and documentation. The results of the research show that the perception of MOP family planning for MOP family planning users regarding gender equality in the use of family planning contraceptives in Kalikesur Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency is in the form of understanding about the family planning program. Meanwhile, MOP family planning is acceptable among the people of Kalikesur because it is seen as a government program and a solution for wives who have a history of illness. Other findings regarding user perceptions are due to the impact of religious values, decision making based on the perception that family planning programs are a shared responsibility, positive personal experiences, and MOP family planning is seen as a solution to improve economic conditions and family welfare. The findings regarding the motivation of MOP family planning users regarding gender equality in using family planning contraceptives in Kalikesur Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency are due to the emergence of self-awareness to control the family, consideration of the wife's health, consideration of economic conditions and family welfare, negative experiences felt when using the device. other family planning contraceptives, as well as the results of partner choice.
Kata kunciKB MOP, kesetaraan gender, persepsi, motivasi, pria
Pembimbing 1Dra. Rin Rostikawati, M.Si
Pembimbing 2Dr. Rili Windiasih, M.Si
Pembimbing 3Dr. Joko Santoso, M.Si
Tahun2024
Jumlah Halaman106
Tgl. Entri2024-01-25 11:33:39.786652
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.