| NIM | J1C019055 |
| Namamhs | SABRINA WANDA PUTRI |
| Judul Artikel | Negosiasi Geiko terhadap Sistem Ie dalam Film Hanaikusa |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana profesi geiko dapat menjadi sebuah bentuk negosiasi perempuan terhadap sistem ie dalam film Hanaikusa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sistem ie. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan data berupa dialog dan tangkapan layar yang memfokuskan pada negosiasi geiko terhadap sistem ie yang diambil dari film Hanaikusa. Penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat dalam proses pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 data negosiasi geiko terhadap sistem ie, yakni 4 data penampilan perempuan (fuyo), 2 data keterampilan perempuan (fuko), 3 data pelayanan dan bahasa perempuan (fugen), 3 data nilai moral perempuan (futoku), dan 2 data tidak menikah dan mengurus anak. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa profesi geiko meskipun tidak menjalankan tugas seorang perempuan di dalam sistem ie, namun mampu melampaui nilai-nilai keutamaan perempuannya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aims to describe how the geiko profession can serve as a form of women's negotiation within the ie system in the film Hanaikusa. The theory used in this research is the ie system. It is a qualitative descriptive study with data consisting of dialogues and screenshots that focus on geiko's negotiations with the ie system in the film Hanaikusa. The research employs the observation method and note-taking techniques in the data collection process. Data analysis techniques in this study include data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study indicate that there are 14 data on geiko's negotiations with the ie system, including 4 data on women's appearances (fuyo), 2 data on women's skills (fuko), 3 data on women's services and language (fugen), 3 data on women's moral values (futoku), and 2 data on unmarried women and child care. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the geiko profession, although not conforming to traditional female roles in the ie system, is capable of transcending the conventional values associated with women. |
| Kata kunci | geiko, negosiasi perempuan, sistem ie |
| Pembimbing 1 | Diana Puspitasari,S.S., M.A. |
| Pembimbing 2 | Yudi Suryadi,S.Pd., M.Pd. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2024-01-24 18:35:42.527009 |
|---|