Artikel Ilmiah : C1G020036 a.n. DWI INTAN PAMUJI

Kembali Update Delete

NIMC1G020036
NamamhsDWI INTAN PAMUJI
Judul ArtikelA COMPARISON OF THE PROFIT BETWEEN THE SALE OF ORIGINAL BROWN SUGAR AND MIXED BROWN SUGAR IN KEMANGKON SUB-DISTRICT, PURBALINGGA REGENCY
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Purbalingga yang merupakan daerah penghasil gula merah yang terkenal pada tahun 2021 memiliki potensi yang cukup besar dalam mengembangkan industri gula kelapa atau gula merah. Gula merah asli memiliki harga yang cukup tinggi, hal ini menjadi salah satu penyebab munculnya gula merah campuran di Kecamatan Kemangkon karena permintaan konsumen yang cenderung mencari harga yang lebih murah dengan rasa yang hampir sama.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan keuntungan antara penjualan gula merah asli dan gula merah campuran apakah terdapat perbedaan yang signifikan atau tidak. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari responden. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dan komparatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan dan keuntungan gula merah asli lebih tinggi dibandingkan dengan gula merah campuran. Hasil perbandingan pendapatan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penjualan gula merah asli dan gula merah campuran, sedangkan terdapat perbedaan yang signifikan antara keuntungan penjualan gula merah asli dan gula merah campuran.
Implikasi dari penelitian ini adalah munculnya gula merah campuran yang berdampak pada menurunnya profitabilitas gula merah asli di Kecamatan Kemangkon, pengrajin gula merah diharapkan dapat mengevaluasi strategi usahanya untuk mengoptimalkan profitabilitas produksi gula merah asli, dan pemerintah atau pihak terkait dapat memberikan pelatihan atau pendampingan kepada pengrajin gula merah campuran agar dapat meningkatkan profitabilitasnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Purbalingga Regency, which is a famous brown sugar producing area in 2021, has considerable potential in developing the coconut sugar or brown sugar industry. The original brown sugar has a fairly high price, this is one of the causes of the emergence of mixed brown sugar in Kemangkon District due to consumer demand which tends to look for lower prices with almost the same taste.
The purpose of this study is to analyze the revenue and profit between the sale of original brown sugar and mixed brown sugar whether there is a significant difference or not. This study uses primary data obtained directly from respondents. The analysis technique used in this study uses descriptive and comparative techniques.
The results of this study indicate that the income and profit of original brown sugar is higher than that of mixed brown sugar. The results of the income comparison did not have a significant difference between the sales of original brown sugar and mixed brown sugar, while there was a significant difference between the sales profits of original brown sugar and mixed brown sugar.
The implication of this research is the emergence of mixed brown sugar which has an impact on the decline in the profitability of original brown sugar in Kemangkon District, brown sugar craftsmen are expected to evaluate their business strategies to optimize the profitability of original brown sugar production, and the government or related parties can optimize the profitability of original brown sugar production.
Kata kunciOriginal Brown Sugar, Blended Brown Sugar, Revenue, Profit
Pembimbing 1Arif Andri Wibowo, S.E., M.E
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2024-01-12 17:40:34.885301
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.