Artikel Ilmiah : E1A019035 a.n. YUNIKA RESTI AMALIA
| NIM | E1A019035 |
|---|---|
| Namamhs | YUNIKA RESTI AMALIA |
| Judul Artikel | ANALISIS PENAFSIRAN PASAL 31 KONVENSI WINA 1961 TENTANG KEGIATAN KOMERSIAL (Studi Putusan Supreme Court of United Kingdom No. 2020/0155) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kekebalan diplomatik adalah sebuah prinsip hukum internasional yang memberikan perlindungan hukum kepada diplomat yang bertujuan untuk menjaga integritas hubungan diplomatik antarnegara. Kekebalan diplomatik ini diatur dalam Konvensi Wina 1961, namun terdapat pengecualian terhadap kekebalan dari yurisdiksi sipil, pidana dan administratif negara penerima yang diatur dalam Pasal 31 Konvensi Wina 1961. Pengecualian dalam Pasal 31 ayat (1) Huruf (c) ini mengenai suatu tindakan yang berkaitan dengan aktivitas profesional atau komersial yang dilakukan oleh agen diplomatik di negara penerima di luar fungsi resmi. Perbudakan yang dilakukan oleh diplomat Arab Sudi terhadap pembantu rumah tangganya merupakan suatu tindakan yang melanggar ketentuan Pasal 31 ayat (1) huruf (c) Konvensi Wina 1961. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran hakim United Kingdom Supreme Court terhadap Pasal 31 ayat (1) huruf (c) Konvensi Wina 1961 tentang kegiatan komersial dan menganalisis putusan United Kingdom Supreme Court atas tindakan perbudakan oleh diplomat Arab Saudi di Inggris pada 2022. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan konseptual dan menggunakan data sekunder dengan pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Khalid Basfar yang merupakan agen diplomatik Arab Saudi melakukan tindakan perbudakan modern terhadap Josephine Wong yaitu seorang pembantu rumah tangga yang bekerja untuk Khalid Basfar. Hakim menilai bahwa berdasarkan penafsiran ekstensif terhadap makna aktivitas komersial dalam Pasal 31 ayat (1) huruf (c), bahwa mempekerjakan pembantu rumah tangga bukanlah aktivitas komersial namun tindakan eksploitasilah yang melanggar ketentuan Pasal tersebut. Hakim United Kingdom Supreme Court memutuskan bahwa Khalid Basfar tidak memiliki kekebalan dari yurisdiksi sipil pengadilan Inggris akibat tindakan perbudakan modern yang dilakukan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ANALYSIS OF THE INTERPRETATION OF ARTICLE 31 OF THE 1961 VIENNA CONVENTION CONCERNING COMMERCIAL ACTIVITIES (Study Judgement of the Supreme Court of the United Kingdom No. 2020/0155) By: YUNIKA RESTI AMALIA E1A019035 ABSTRACT Diplomatic immunity is a principle of international law that provides legal protection to diplomats with the aim of maintaining the integrity of diplomatic relations between countries. This diplomatic immunity is regulated in the 1961 Vienna Convention, however there is an exception to immunity from the civil, criminal and administrative jurisdiction jurisdiction of the receiving country which is regulated in Article 31 of the 1961 Vienna Convention. The exception in Article 31 paragraph (1) Letter (c) concerns an action related to professional activities or commercial activities carried out by diplomatic agents in the receiving country outside official functions. The enslavement carried out by Saudi Arabian diplomats against their domestic servants was an act that violated the provisions of Article 31 paragraph (1) letter (c) of the 1961 Vienna Convention. The aim of this research is to determine the United Kingdom Supreme Court judge's interpretation of Article 31 paragraph (1) letter (c) of the 1961 Vienna Convention concerning commercial activities and to analyze the United Kingdom Supreme Court's decision regarding acts of slavery by Saudi Arabian diplomats in United Kingdom in 2022. This research using a normative juridical research type with a conceptual approach method and using secondary data with data collection based on literature studies presented in the form of narrative text with qualitative analysis methods. Based on the results of this research show that Khalid Basfar, who is a Saudi Arabian diplomatic agent, committed acts of modern slavery against Josephine Wong, a housemaid who worked for Khalid Basfar. The judges considered that based on an extensive interpretation of the meaning of commercial activity in Article 31 paragraph (1) letter (c), employing domestic servants is not a commercial activity but rather an act of exploitation that violated the provisions of that article. The United Kingdom Supreme Court judges gave decision that Khalid Basfar did not have immunity from the civil jurisdiction of the United Kingdom courts due to his acts of modern slavery. Keywords: diplomatic immunity, commercial activities, extensive interpretation |
| Kata kunci | kekebalan diplomatik, kegiatan komersial, penafsiran ekstensif |
| Pembimbing 1 | Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Dr. Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2024-01-08 12:40:56.621275 |