Artikel Ilmiah : I1D019077 a.n. NURKHASANAH
| NIM | I1D019077 |
|---|---|
| Namamhs | NURKHASANAH |
| Judul Artikel | Hubungan Usia Pertama Pemberian MP-ASI. Keragaman Pangan, dan Kebiasaan Asupan Protein Hewani dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan (Studi di Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan gizi anak yang dapat terjadi pada periode 1000 HPK. Faktor asupan makan dan pola asuh berpengaruh terhadap kejadian stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia pertama pemberian MP-ASI, keragaman pangan dan kebiasaan asupan protein hewani terhadap kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Puskesmas II Kembaran. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan desain cross-sectional. Sejumlah 64 anak usia 6-24 bulan dipilih sebagai sampel menggunakan metode proportional sampling dengan kriteria inklusi (anak berusia 6-24 bulan dan tinggal di wilayan Puskesmas II Kembaran) dan kriteria eksklusi (tidak memiliki cacat fisik dan penyakit infeksi kronis). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara kuesioner, usia pertama pemberian MP- ASI, 24 hour food recall dan kuesioner MDDS untuk variabel keragaman pangan, serta kuesioner FFQ untuk variabel kebiasaan asupan protein hewani. Uji bivariat menggunakan Uji Rank Spearman dan Uji Korelasi Pearson Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI (p=0,000) dan keragaman pangan (p=0,030) teradap kejadian stunting. Tidak terdapat hubungan anatara kebiasaan asupan protein hewani terhadap kejadian stunting (p=0,283). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia pertama pemberian MP-ASI dan keragaman pangan dengan kejadian stunting. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan asupan protein hewani dengan kejadian stunting. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Stunting is nutritional problem that can occur during the first 1000 days of life. Food intake and parenting style influence the incidence of stunting. This study aimed to determine the relationship between the first complementary feeding time, minimum dietary diversity and animal protein intake habits with stunting in children aged 6-24 months at Kembaran Health Center II. Methods: This study used an observational approach with a cross-sectional design. A total of 64 children aged 6 24 months were selected as samples using proportional sampling method with inclusion criteria (children aged 6-24 months and living in the reaserch area) and exclusion criteria (no physical disabilities and chronic infectious diseases). Data was collected using, 24 hour food recall and Minimum Dietary Diversity Score questionnaire for variables, and FFQ for animal protein intake frequency. The bivariate test used Spearman Rank Test and Pearson Correlation Test. Results: There was a correlation between the first complementary feeding time (p=0,000) and Minimum Dietary Diversity (p=0.030) with stunting. There was no correlation between animal protein intake habits with stunting (p=0,283). Conclusion: There was a significant correlation between the first introducing complementary feeding andminimun dietary diversity with stunting. There was no correlation between animal protein intake habits with stunting. |
| Kata kunci | usia pertama pemberian MP-ASI, keragaman pangan, asupan protein hewani, stunting |
| Pembimbing 1 | Erna Kusuma Wati, S.KM., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Hesti Permata Sari, S.Gz., M. Gizi |
| Pembimbing 3 | Izka Sofiyya Wahyurin, S.Gz., M.PH. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2023-11-27 21:38:44.482993 |