Artikel Ilmiah : I1D019012 a.n. RUNI ANGGRIANI

Kembali Update Delete

NIMI1D019012
NamamhsRUNI ANGGRIANI
Judul ArtikelPERBEDAAN LINGKAR KEPALA DAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK YANG MEMILIKI STATUS GIZI PENDEK DAN NORMAL DI DESA BOLO, BIMA, NTB
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Peningkatan prevalensi stunting di Indonesia menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak. Stunting merupakan permasalahan yang sangat kompleks dan efek jangka pendek dari stunting yaitu dapat menyebabkan kejadian kesakitan atau kematian, tidak optimalnya perkembangan kognitif atau kecerdasan, motorik, dan verbal. Sedangkan dampak jangka panjang dari stunting adalah peningkatan risiko obesitas dan penyakit degeratif lainnya, serta tidak optimalnya kapasitas belajar dan performa saat masa sekolah.
Metodologi: Desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian anak sekolah dasar kelas IV dan V. pada analisis perbedaan lingkar kepala menggunakan uji Mann-whitney dan prestasi belajar pada anak stunting dan tidak stunting digunakan uji Independent t-test.
Hasil Penelitian: Stunting didapatkan sebanyak 5 siswa (4,8%) dan yang tidak stunting sebanyak 99 siswa (95,2%). Rata-rata total skor pada siswa stunting yaitu 87,1 sedangkan pada siswa tidak stunting yaitu 82,6. Hasil uji analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signikan antara lingkar kepala pada anak stunting dan tidak stunting (p-value=0,101> α=0,05) dan untuk prestasi belajar pada anak stunting dan tidak stunting tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar pada anak stunting dan tidak stunting (p-value=0,078 > α=0,05).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan antara lingkar kepala dan prestasi belajar pada anak stunting dan tidak stunting.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: The increasing prevalence of stunting in Indonesia poses a threat to children's growth and development. Stunting is a very complex problem and the short-term effects of stunting can cause illness or death, not optimal cognitive development or intelligence, motor, and verbal. While the long-term impact of stunting is an increased risk of obesity and other degenerative diseases, as well as not optimal learning capacity and performance during school years.
Methodology: The design of this study was observational with a cross sectional approach. The respondents in this study were grade IV and V elementary school students. While the analysis of differences in head circumference uses the Mann-whitney test and learning achievement in stunted and non-stunted children, the Independent t-test is used.
Result: Stunting was obtained by 5 students (4.8%) and those who were not stunted as many as 99 students (95.2%). The average total score in stunting students is 87.1 while in non-stunting students it is 82.6. The results of the analysis test showed that there was no significant difference between head circumference in stunted and non-stunted children (p-value = 0.101> α=0.05) and for learning achievement in stunted and non-stunted children there was no significant difference between learning achievement in stunted and non-stunted children (p-value = 0.078 > α = 0.05).
Conclusion: There is no difference between head circumference and learning achievement in stunted and non-stunted children.
Kata kunciLingkar Kepala, Prestasi Belajar, Stunting
Pembimbing 1Hesti Permata Sari, S.Gz., M.Gizi.
Pembimbing 2Sifa Aulia Wicaksari, S.Gz., M.Gizi
Pembimbing 3Afina Rachma Sulistyaning, S.Gz.,M.Sc
Tahun2023
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2023-11-27 18:47:58.563484
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.