Artikel Ilmiah : J1E019006 a.n. DWI SEPTI WAHYUNINGTYAS

Kembali Update Delete

NIMJ1E019006
NamamhsDWI SEPTI WAHYUNINGTYAS
Judul ArtikelFACTORS CAUSING ELEMENTARY SCHOOLS POSTPONING ENGLISH AS A SUBJECT AS THE MANDATE OF MERDEKA CURRICULUM
(A Descriptive Study to the Implementation of Merdeka Curriculum in Kaligayam 02 Elementary School)
Abstrak (Bhs. Indonesia)The general concern on this research is English learning for elementary school students as the Merdeka Curriculum implementation. Since the launch of the Merdeka Curriculum policy, English is recommended to be taught as an optional subject. Then, the main concern of this research is factors causing postponement of English subject in Kaligayam 02 Elementary School. The subjects of this research were school principal, a class teacher, and students. Interview and observation were used to gather data. This research is using a descriptive qualitative research method. Thematic analysis is used in this research. The findings of this research are as follow: (1) Two factors causing the school postponing English as a subject are; there is still no qualified English teacher available in the school and the fact that the school follows the suggestion by Regional Education Office in Talang district to conduct English as an extracurricular. (2) In the way school copes with the obstacles in conducting English learning as a subject, the school principal mentioned that English will be included as a part of school subjects when Merdeka curriculum has been implemented to all classes. At the meantime, the school is preparing a qualified English teacher and it still follows mandate from Regional Education Office in Talang district to give English as an extracurricular activity. (3) Dealing with the school’s perspectives, all the school members agree that English is important to be given as early as possible. Most of the students seem unfamiliar with English yet the school principal and the teachers show high motivation to improve skills and facilities to teach English for their students. All in all, the researcher concludes that despite the fact the school still faces some unreadiness in terms of teacher and facilities, yet the school continues to prepare itself for giving English as a subject as the mandate of Merdeka curriculum. At the meantime, school considers giving English as an extracurricular is the best option they can have for their students. The researcher suggests to all parties in the school to be able to prepare all factors needed to upgrade English to be taught from merely an extracurricular activity into a subject as a mandate of Merdeka curriculum.
Abtrak (Bhs. Inggris)Perhatian umum dalam penelitian ini adalah pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar sebagai implementasi Kurikulum Merdeka. Sejak diluncurkannya kebijakan Kurikulum Merdeka, Bahasa Inggris direkomendasikan untuk diajarkan sebagai mata pelajaran pilihan. Kemudian yang menjadi perhatian utama penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab tertundanya pembelajarab Bahasa Inggris diajarkan sebagai matapelajarab di SD Kaligayam 02. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Wawancara dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Analisis tematik digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Dua faktor yang menyebabkan sekolah menunda mata pelajaran Bahasa Inggris adalah; masih belum ada guru bahasa Inggris yang memenuhi syarat di sekolah tersebut dan faktanya sekolah tersebut mengikuti saran dari Dinas Pendidikan Daerah di Kecamatan Talang untuk menyelenggarakan ekstrakurikuler bahasa Inggris. (2) Dalam upaya sekolah mengatasi hambatan dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, kepala sekolah menyebutkan bahwa bahasa Inggris akan dimasukkan sebagai bagian dari mata pelajaran sekolah ketika kurikulum Merdeka telah diterapkan di semua kelas. Sementara itu, sekolah sedang mempersiapkan guru bahasa Inggris yang berkualitas dan masih mengikuti amanat dari Dinas Pendidikan Daerah di Kecamatan Talang untuk memberikan bahasa Inggris sebagai kegiatan ekstrakurikuler. (3) Melihat dari sudut pandang sekolah, seluruh warga sekolah sepakat bahwa bahasa Inggris penting untuk diberikan sedini mungkin. Sebagian besar siswa belum terbiasa dengan bahasa Inggris namun kepala sekolah dan guru menunjukkan motivasi yang tinggi untuk meningkatkan keterampilan dan fasilitas pengajaran bahasa Inggris bagi siswanya. Secara keseluruhan, peneliti menyimpulkan bahwa meskipun sekolah masih menghadapi beberapa ketidaksiapan dalam hal guru dan fasilitas, namun sekolah terus mempersiapkan diri untuk memberikan mata pelajaran bahasa Inggris sebagai mandat kurikulum Merdeka. Sementara itu, sekolah menganggap pengajaran Bahasa Inggris sebagai ekstrakurikuler adalah pilihan terbaik untuk siswanya. Peneliti menyarankan kepada seluruh pihak di sekolah untuk dapat mempersiapkan segala faktor yang diperlukan untuk meningkatkan bahasa Inggris yang akan diajarkan dari sekedar kegiatan ekstrakurikuler menjadi mata pelajaran sebagai amanat kurikulum Merdeka.
Kata kunciEnglish Learning in Elementary School, Elementary School, English for Young Learners, Merdeka curriculum
Pembimbing 1Drs. Ashari, M.Pd.
Pembimbing 2Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Tesol.
Pembimbing 3Muhamad Ahsanu, S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D.
Tahun2023
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2023-11-22 18:58:59.970937
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.