Artikel Ilmiah : F1D020071 a.n. KARINA DIVA PARAHITA

Kembali Update Delete

NIMF1D020071
NamamhsKARINA DIVA PARAHITA
Judul ArtikelGender dan Politik Tubuh: Wacana Pelabelan Negatif terhadap Cara Berpakaian Perempuan di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)Berbagai ketidakadilan gender masih marak terjadi di Indonesia, khususnya mengenai subordinasi dan stereotipe terhadap kaum perempuan. Penindasan berbasis gender ini dialami oleh kaum perempuan melalui berbagai hal, salah satunya dari bagaimana mereka berpakaian. Artikel mengenai gender dan politik tubuh ini menggunakan analisis wacana historis untuk melihat pergeseran budaya dan cara berpakaian perempuan di Indonesia serta kecenderungan munculnya wacana pelabelan negatif terhadap cara berpakaian tersebut. Data yang dikumpulkan dalam artikel ini berupa wacana dalam jurnal, cerpen, dan konten media sosial, ditemukan kesesuaian sumber wacana dengan realitas yang ada bahwa kaum perempuan masih mendapat berbagai tekanan dari lingkungannya terhadap bagaimana mereka berpenampilan dan berpakaian. Wacana tersebut menunjukkan terjadinya politik tubuh perempuan yang memposisikan perempuan sebagai bagian dari objek visual yang dikuasai oleh subjek kekuasaan dengan bentuk pengendalian atas dominasi. Pembatasan demi pembatasan diberikan pada ruang gerak perempuan dalam bentuk ekspresi berpenampilan perempuan demi mengikuti standar masyarakat. Pada akhirnya, pelabelan negatif terhadap perempuan sebagai pribadi yang baik atau buruk, cantik atau jelek, dan bermoral atau amoral, dinilai dari bagaimana mereka memilih pakaiannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Various gender injustices are still widespread in Indonesia, especially regarding subordination and stereotypes against women. Women experience gender-based oppression through various things, one of which is how they dress. This article on gender and body politics uses historical discourse analysis to look at cultural shifts and the way women dress in Indonesia as well as the tendency for negative labeling discourse to emerge regarding this way of dress. The data collected in this article took the form of discourse in journals, short stories and social media content. It was found that the sources of discourse were in line with the existing reality that women still receive various pressures from their environment on how they look and dress. This discourse shows the occurrence of women's body politics which positions women as part of the visual object controlled by the subject of power with a form of control over domination. Restrictions upon restrictions are placed on women's movement in the form of expression of female appearance in order to comply with community standards. In the end, the negative labeling of women as good or bad, beautiful or ugly, and moral or immoral, is judged by how they choose their clothes.
Kata kuncigender, politik tubuh, perempuan, pakaian, pelabelan negatif
Pembimbing 1Triana Ahdiati, M.Si.
Pembimbing 2Bowo Sugiarto, S.IP., M.Si.
Pembimbing 3Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP., M.A.
Tahun2023
Jumlah Halaman42
Tgl. Entri2023-11-22 15:41:57.762279
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.