Artikel Ilmiah : A1F019040 a.n. DURROTUN NASHIHAH

Kembali Update Delete

NIMA1F019040
NamamhsDURROTUN NASHIHAH
Judul ArtikelAnalisis Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Kukis dengan Penambahan Bubuk Bunga Kecombrang (Etlingera elatior)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kukis merupakan makanan ringan yang disukai oleh semua kalangan karena praktis dan memiliki daya simpan panjang. Rasa pada kukis dipengaruhi oleh bahan tambahan pangan yang ditambahkan. Bubuk bunga kecombrang ditambahkan pada kukis karena memiliki rasa dan aroma yang khas, kandungan kalsium yang cukup tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif produk pangan yang memiliki flavour yang khas, meningkatkan nilai gizi, dan citarasa yang bervariasi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakterisasi profil atribut sensori dan tingkat penerimaan konsumen berdasarkan profil atribut sensori.
Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor variasi penambahan konsentrasi bubuk bunga kecombrang yaitu penambahan 2,50%; 5%; 7,50%; dan 10% bubuk bunga kecombrang. Variabel yang diuji meliputi uji hedonik untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap atribut aroma, rasa, warna, tekstur, aftertaste, dan keseluruhan, serta uji deskriptif menggunakan Quantitative Descriptive Analysis (QDA) untuk mengetahui karakteristik atribut mutu kukis kecombrang. Hasil uji hedonik dianalisis menggunakan uji Friedman dan uji lanjut LSD, serta dianalisis menggunakan analisis klaster dengan metode Hierarchical clustering untuk mengelompokkan panelis yang homogen ke dalam kelompok klaster. Perlakuan terbaik diuji menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil Quantitative Descriptive Analysis (QDA) ditampilkan dalam grafik spider web dan dilakukan pemetaan atribut menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan konsentrasi bubuk bunga kecombrang berpengaruh terhadap tingkat kesukaan konsumen. Kukis kecombrang dengan penambahan 2,50% bubuk bunga kecombrang menjadi sampel terbaik yang paling disukai konsumen. Penentuan klaster menggunakan average linkage menghasilkan 3 klaster pada atribut aroma dan keseluruhan, serta 2 klaster pada atribut rasa, warna, tekstur, dan aftertaste. Uji deskriptif dengan menggunakan metode Quantitative Descriptive Analysis (QDA) dilakukan oleh 8 panelis terlatih menghasilkan atribut rasa manis, rasa asam, rasa pahit, aftertaste sepat, aroma kecombrang, aroma milky, dan aroma vanila. Analisis PCA digunakan untuk mengubah sebagian besar variabel asli menjadi variabel baru yang lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi dari kukis kecombrang. Variabel yang digunakan ada 7, berdasarkan penelitian terbentuk satu komponen utama yang mempengaruhi dengan total varian (cumulative percent of variance) sebesar 93,51%
Abtrak (Bhs. Inggris)Cookies are a snack that is liked by all groups because they are practical and have a long shelf life. The various flavors of cookies can be distinguished by the food additives added. Combrang flower powder is added to cookies because it has a distinctive taste and aroma, as well as a fairly high calcium content, so it can be used as an alternative food product that has a dictinctive flavour, increased nutritional value, and varried flavors. The aim of the research is determine the characterization of the sensory attribute profile.
In this study, a Completely Randomized Design (CRD) was used with a variation factor in the addition of the concentration of kecombrang flower powder, namely the addition of 2,50%; 5%, 7,50%; and 10% kecombrang flower powder. The variables tested include the hedonic test of determine the panelists level off preference for the attributes of flavour, taste, color, texture, aftertaste, and overall, as well as descriptive test using Quantitative Descriptive Analysis (QDA) to determine the characteristicsof the quality attributes of kecombrang cookies. The results of the hedonic test were analyzed using the Friedman test and further LSD tests, and analyzed using cluster analysis with the Hierarchical clustering method to group homogeneous panelists into cluster groups. The best treatment is tested using the effectiveness index method. The results of Quantitative Descriptive Analysis (QDA) are displayed in a spider web graphs and attribute mapping is carried out using the Principal Component Analysis (PCA) method.
The result of research showed that variations in the concentration of combrang flower powder had an effect on the level of consumer preference. Combrang cookies with the addition of 2,50% combrang flower powder are the best samples that consumers like the most. Determining clusters using average linkage produces 3 clusters on flavour and overall attributes and 2 clusters on taste, color, texture, and aftertaste attributes. Descriptive tests using the Quantitative Descriptive Analysis (QDA) method were carried out by 8 trained panelists to produce the attributes of sweet taste, sour taste, bitter taste, partial aftertaste, combrang flavour, milky flavour, and vanilla flavour. PCA analysis was used to change most of the original variables into smaller new variables. This research aims to determine the factors that influence the preference for steambed combrang. There are 7 variables, based on research, one main component that influences the total variance (cumulative percent of variance) of 93,51%.
Kata kuncikukis, bubuk bunga kecombrang, penerimaan konsumen, uji hedonik, uji deskriptif
Pembimbing 1Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si.
Pembimbing 2Prof. Poppy Arsil, S.TP., M.T., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman150
Tgl. Entri2023-11-22 12:39:18.31221
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.