Artikel Ilmiah : A1D019199 a.n. REKSA SATRIA ADIJANA

Kembali Update Delete

NIMA1D019199
NamamhsREKSA SATRIA ADIJANA
Judul ArtikelPengaruh Pemberian Bakteri Penghasil IAA dan Pengurangan Dosis Dolomit terhadap Kondisi Fisiologis dan Kandungan Fitokimia Tanaman Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Ultisol
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kencur (Kaempferia galanga L.) digunakan sebagai obat tradisional, industri kosmetik dan rempah. Bakteri penghasil IAA dan dolomit membantu meningkatkan produktivitas kencur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh isolat bakteri penghasil IAA, pengurangan dosis dolomit serta kombinasi terbaik bakteri penghasil IAA dan dolomit terhadap kondisi fisiologis dan kandungan fitokimia kencur pada ultisol. Penelitian berupa percobaan pot menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Variabel yang diamati yaitu kandungan klorofil, kerapatan stomata, bukaan stomata, jumlah daun, jumlah tunas, luas daun, panjang akar total, jumlah akar, berat akar segar, berat akar kering, berat rimpang segar, berat rimpang kering, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, serapan N, serapan P, kandungan saponin, kandungan flavonoid, kandungan tanin dan kerapatan mikroba tanah. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan DMRT dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat S3 berpengaruh pada bukaan stomata, luas daun, panjang akar total, jumlah akar, berat brangkasan segar, serapan N dan serapan P. Pengurangan dosis dolomit 0% memberikan hasil paling baik pada kandungan klorofil dan bukaan stomata. Isolat N15; pengurangan dosis dolomit 50% memberikan hasil paling baik pada kandungan klorofil, bukaan stomata, luas daun, berat akar segar dan berat brangkasan kering. Isolat N19; pengurangan dosis dolomit 0% memberikan hasil paling baik pada bukaan stomata, panjang akar total, serapan N dan serapan P.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kencur (Kaempferia galanga L.) is used as a traditional medicine, cosmetic and spice industry. IAA-producing bacteria and dolomite help increase the productivity of kencur. This study aims to assess the effect of IAA-producing bacterial isolates, reduced dolomite doses and the best combination of IAA-producing bacteria and dolomite on the physiological conditions and phytochemical content of kencur on ultisol. The research was a pot experiment using a Randomized Group Design (RAK) consisting of 2 treatment factors. The variables observed were chlorophyll content, stomatal density, stomatal openings, number of leaves, number of buds, leaf area, total root length, number of roots, fresh root weight, dry root weight, fresh rhizome weight, dry rhizome weight, fresh stalk weight, dry stalk weight, N uptake, P uptake, saponin content, flavonoid content, tannin content and soil microbial density. Observation data were analyzed using ANOVA and DMRT tests with a 5% error rate. The results showed that isolate S3 had an effect on stomatal aperture, leaf area, total root length, number of roots, fresh fruit weight, N uptake and P uptake. Reduction of dolomite dose to 0% gave the best results on chlorophyll content and stomatal aperture. Isolate N15; 50% reduction in dolomite dose gave the best results on chlorophyll content, stomatal aperture, leaf area, fresh root weight and dry stool weight. Isolate N19; 0% reduction in dolomite dose gave the best results on stomatal aperture, total root length, N uptake and P uptake.
Kata kuncibakteri penghasil IAA, dolomit, Kaempferia galanga L.
Pembimbing 1Ir. Eny Rokhminarsi, M. P.
Pembimbing 2Ni Wayan Anik Leana, S. P., M. P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2023-11-20 07:23:56.675427
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.