Artikel Ilmiah : F1D020025 a.n. ALIA WIDIATI
| NIM | F1D020025 |
|---|---|
| Namamhs | ALIA WIDIATI |
| Judul Artikel | PEREMPUAN DALAM HIMPITAN SEKSTORSI: Wacana Ancaman Kekerasan Seksual terhadap Kaum Perempuan oleh Narapidana di Akun Twitter @PartaiSocmed |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan wacana ancaman kekerasan seksual yang dilakukan oleh narapidana dan diunggah di twitter @PartaiSocmed yang menempatkan perempuan dalam himpitan sekstorsi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough yang melibatkan penggunan metdoologi linguistik untuk mengungkap cara-cara di mana teks-teks dapat digunakan untuk mempertahankan atau mengubah struktur sosial yang ada, serta bagaimana teks-teks tersebut dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan individu dan masyarakat dan dibingkai dalam perspektif pascastrukturalis yang menggali pemahaman yang lebih dalam mengenai pernyataan yang dikaji dan melihatnya sebagai hasil dari konstruksi sosial yang kompleks, yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kepentingan politik, nilai-nilai, norma sosial, dan perspektif yang beragam serta paradigma konstruktivisme, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ancaman kekerasan seksual oleh narapidana di media sosial tersebut menjadikan perempuan sebagai korban dan sekaligus subjek yang patut disalahkan. Himpitan sekstorsi yang dialami perempuan dalam kasus ini ditandai dengan anggapan perempuan sebagai korban sekaligus penyebab dari tindak kejahatan yang mereka alami adalah karena dianggap lalai atau ceroboh dengan data pribadi mereka yang tersebar secara tidak konsensual di ruang digital. Dari thread (utas) yang berisikan bukti foto dan video yang diunggah oleh akun @PartaiSocmed, terlihat adanya wacana ancaman tindak kekerasan seksual oleh narapidana laki-laki. Hal ini diungkapkan melalui dimensi wacana dan analisis wacana dari dialog yang merespon thread tersebut. Dengan demikian, twitter sebagai media sosial bukan hanya menjadi alat penyebaran ancaman kekerasan seksual tetapi juga menjadi media untuk memahami bagaimana praktik ancaman tersebut memposisikan kaum perempuan dalam himpitan sekstorsi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This article aims to explain the discourse on threats of sexual violence carried out by prisoners and uploaded on Twitter @PartaiSocmed which places women in the grip of sextortion. By using qualitative methods and Norman Fairclough's critical discourse analysis approach which involves the use of linguistic methodology to reveal the ways in which texts can be used to maintain or change existing social structures, as well as how these texts can influence patterns of thought and action individuals and society and framed in a poststructuralist perspective that explores a deeper understanding of the statements studied and sees them as the result of complex social construction, which is influenced by a number of factors, including political interests, values, social norms, and diverse perspectives as well as constructivist paradigm, this research reveals that threats of sexual violence by prisoners on social media make women both victims and subjects who are to blame. The crush of sextortion experienced by women in this case is characterized by the perception of women as victims and the cause of the crime they experienced was because they were considered negligent or careless with their personal data which was spread non-consensually in the digital space. From the thread containing photo and video evidence uploaded by the @PartaiSocmed account, it can be seen that there is talk of threats of sexual violence by male prisoners. This is expressed through discourse dimensions and discourse analysis of the dialogue responding to the thread. Thus, Twitter as a social media is not only a tool for spreading threats of sexual violence but also a medium for understanding how the practice of these threats positions women in the crush of sextortion. |
| Kata kunci | gender and politics, sextortion, prisioners, social media |
| Pembimbing 1 | Triana Ahdiati, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Bowo Sugiarto, S.IP., M.Si. |
| Pembimbing 3 | Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP., M.A |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2023-11-10 20:18:06.562772 |