Artikel Ilmiah : A1F019078 a.n. SHINTIA

Kembali Update Delete

NIMA1F019078
NamamhsSHINTIA
Judul ArtikelPengaruh Penambahan Spirulina platensis dan Carboxymethyl Cellulose (CMC) terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Susu Jagung
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jagung manis kaya akan karbohidrat, vitamin A, vitamin B3, vitamin C, serat pangan, asam lemak esensial, dan mineral. Salah satu alternatif pengolahan jagung manis yaitu diolah menjadi susu. Susu jagung diperoleh dengan cara penggilingan biji jagung manis yang telah direbus dalam air, kemudian disaring hingga diperoleh filtrat, lalu dipasteurisasi dan diberi flavor untuk meningkatkan rasanya. Susu jagung memiliki sifat emulsi yang cenderung tidak stabil dan rendah protein sehingga dalam pembuatannya diperlukan penambahan penstabil dan bahan lain yang potensial guna memperbaiki karakteristik fisik maupun gizinya. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan susu jagung dengan penambahan Spirulina platensis dan CMC untuk mendukung terbentuknya karakteristik yang diharapkan yaitu tinggi protein, rasa manis, dan disukai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Response Surface Methodology (RSM) dan menggunakan rancangan percobaan Central Composite Design (CCD). Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah konsentrasi S. platensis dan CMC yang diformulasikan dengan menggunakan software Design Expert V.13.. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk memproduksi susu jagung pada penelitian ini adalah dengan menambahkan 0,25% S. platensis dan 0,3% CMC, dengan tingkat desirability sebesar 0,65. Pada tahap verifikasi, formula optimum menghasilkan total padatan terlarut 12,13%; viskositas 515,17 cps; stabilitas emulsi 99,83%; kadar air 87,25%; dan tingkat kesukaan 3. Selanjutnya, dari formula optimum tersebut diperoleh karakteristik susu jagung yang meliputi kadar protein 1,15%; kadar lemak 1,40%; kadar karbohidrat 8,67%; kadar abu 1,65%; warna dengan skor 4; aroma dengan skor 2,9; dan rasa dengan skor 3,6.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sweet corn is high in carbohydrates, vitamin A, vitamin B3, vitamin C, dietary fibers, essential fatty acids, and minerals. One alternative to processing sweet corn is to make it into milk. Corn milk is obtained by grinding sweet corn kernels that have been boiled in water, then filtered until the filtrate is obtained, and then pasteurized and flavored to improve the taste. Corn milk has emulsion properties that tend to be unstable and low in protein so that in its manufacture the addition of stabilizers and other potential ingredients is needed to improve its physical and nutritional characteristics. In this research, corn milk was made with the addition of Spirulina platensis and CMC to support the formation of the expected characteristics, namely high protein, sweet taste, and favorable. The method used in this research was Response Surface Methodology (RSM) and used Central Composite Design (CCD) experimental design. The factors tested in this study were the concentration of S. platensis and CMC which were formulated using Design Expert V.13 software. The optimization results showed that the optimum conditions for producing corn milk in this study were adding 0,25% S. platensis and 0,3% CMC, with a desirability level of 0,65. In the verification stage, the optimum formula resulted in total soluble solid 12,13%; viscosity 515,17 cps; emulsion stability 99,83%; water content 87,25%; and level of preference 3. Furthermore, the optimum formula obtained the characteristics of corn milk, including protein content of 1,15%; fat content of 1,40%; carbohydrate content of 8,67%; ash content of 1,65%; color with a score of 4; aroma with a score of 2,9; and taste with a score of 3,6.
Kata kuncijagung manis, susu jagung, Spirulina platensis, CMC, Response Surface Methodology
Pembimbing 1Prof. Dr. Nur Aini, S.TP., M.P.
Pembimbing 2Dr. Rumpoko Wicaksono, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2023-10-25 11:18:39.621848
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.