Artikel Ilmiah : C1A019016 a.n. SALSABIL SALWA

Kembali Update Delete

NIMC1A019016
NamamhsSALSABIL SALWA
Judul ArtikelIDENTIFIKASI KOMODITAS TANAMAN PANGAN BASIS DAN NON BASIS DI KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten yang memiliki lahan pertanian terluas di Eks Karesidenan Banyumas. Akan tetapi kontribusi sektor pertanian di Kabupaten Cilacap pada tahun 2017-2021 merupakan terendah, selain itu Kabupaten ini memiliki risiko tinggi bencana alam seperti fenomena El Nino dan La Nina. Adanya hal tersebut mengakibatkan terjadinya fluktuasi terhadap produksi komoditas tanaman pangan. Oleh karena itu Kabupaten Cilacap perlu dilakukan suatu analisis untuk mengetahui komoditas tanaman pangan basis dan non basis serta keberlanjutannya di masa mendatang. Penelitian ini termasuk bidang ekonomi regional dengan menggunakan data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) berupa data produksi pertanaian dan Pendapatan Domestik Regioanl Bruto (PDRB). Dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga analisis yaitu Static Locatiom Quoetient (SLQ), Dynamic Locatiom Quoetient (DLQ), dan Overlay SLQ dan DLQ. Analisis SLQ digunakan untuk mengetahui komoditas basis dan non basis, analisis DLQ digunakan untuk mengetahuai apakah komoditas basis bisa diharapkan basis di masa mendatang, analisis Overlay SLQ dan DLQ digunakan untuk mengetahui kondisi sektor masa kini dan masa yang akan datang.
Berdasarkan hasil analisis SLQ di Kabupaten Cilacap periode 2017-2021 diketahui bahwa padi merupakan komoditas basis, sedangkan komoditas non basis yaitu jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan kacang tanah. Berdasarkan hasil analisis Overlay SLQ dan DLQ menunjukkan bahwa komoditas tanaman pangan yang tetap menjadi basis baik saat ini maupun masa yang akan datang yaitu padi. Implikasi yang diberikan oleh penelitian ini yaitu terkait dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap sebagai penggerak pembangunan daerah harus tetap mempertahankan komoditas-komoditas basis dan tetap memberikan perhatian terhadap komoditas yang potensial melalui faktor produksi dan infrastruktur petani berupa program bantuan binih dan teknologi maju seperti mesin traktror, sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap pertumbuhan PDRB, selain itu diharapkan dapat mengevaluasi kebijakan pembangunan dengan tetap memberikan arahan kepada petani dalam meningkatkan produksi melalui peningkatan informasi mengenai adanya perubahan iklim, serta tindakan-tindakan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petani terhadap pemanfaatan kemajuan teknologi dan permodalan guna meningkatkan keberhasilan sektor pertanian.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cilacap Regency is the district that has the largest agricultural land in the former Banyumas Residency. However, the contribution of the agricultural sector in Cilacap Regency in 2017-2021 is the lowest, besides this Regency has a high risk of natural disasters such as the El Nino and La Nina phenomena. This has resulted in fluctuations in the production of food crop commodities. Therefore, Cilacap Regency needs to carry out an analysis to determine basic and non-basic food crop commodities and their sustainability in the future. This research includes regional economics using secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS) in the form of agricultural production and Gross Regional Domestic Income (GRDP) data. In this research, three analyzes were carried out, namely Static Locatiom Quoetient (SLQ), Dynamic Locatiom Quoetient (DLQ), and Overlay SLQ and DLQ. SLQ analysis is used to determine base and non-base commodities, DLQ analysis is used to find out whether base commodities can be expected to be base in the future, SLQ and DLQ Overlay analysis is used to determine current and future sector conditions.
Based on the results of the SLQ analysis in Cilacap Regency for the 2017-2021 period, it is known that rice is a basic commodity, while non-basic commodities are corn, cassava, sweet potatoes and peanuts. Based on the results of the SLQ and DLQ Overlay analysis, it shows that the food crop commodity that will remain the basis both now and in the future is rice. The implication given by this research is that the Cilacap Regency Government as a regional development driver must continue to maintain basic commodities and continue to pay attention to potential commodities through production factors and farmer infrastructure in the form of seed assistance programs and advanced technology such as tractor engines, so that they can provide added value to GRDP growth, apart from that it is hoped that it can evaluate development policies by continuing to provide direction to farmers in increasing production through increasing information regarding climate change, as well as actions that can be taken to increase farmers' knowledge regarding the use of technological advances and capital to increase success of the agricultural sector.
Kata kunciKomoditas Basis, Komoditas Non Basis, SLQ, DLQ
Pembimbing 1Dra. Nunik Kadarwati, M.Si
Pembimbing 2Dr. Barokatuminalloh, S.E, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2023-09-30 10:24:17.776828
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.