Artikel Ilmiah : H1G008029 a.n. NADYA ADHARANI

Kembali Update Delete

NIMH1G008029
NamamhsNADYA ADHARANI
Judul ArtikelPENAPISAN BAKTERI PENGHASIL BIOSURFAKTAN DARI BAKTERI HIDROKARBONOKLASTIK ASAL PESISIR CILACAP DENGAN BERBAGAI SUMBER KARBON
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dalam upaya peningkatan kapasitas bioremediasi selama ini digunakan surfaktan sintetik yang dihasilkan dari reaksi kimia. Surfaktan ini pada umumnya bersifat toksik dan sukar dirombak oleh mikroba. Oleh karena itu, saat ini sedang dikembangkan biosurfaktan, yaitu surfaktan yang dihasilkan oleh mikroba yang bersifat ramah lingkungan dan mudah diuraikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi bakteri hidrokarbonoklastik dalam memproduksi biosurfaktan.
Penelitian dilakukan terhadap 3 bakteri hidrokarbonoklastik (Bacillus aquimaris, Bacillus megaterium, Bacillus pumilus), dengan menggunakan dua sumber karbon yaitu minyak mentah dan minyak jelantah. Uji awal kemampuan produksi biosurfaktan dilakukan dengan oil spreading test, untuk selanjutnya dipilih bakteri yang terbaik. Terhadap bakteri terpilih selanjutnya dilakukan produksi biosurfaktan dengan menggunakan MSM yang ditambah 2% (v/v) sumber karbon. Eksperimen dilakukan pada kondisi suhu, pH, dan salinitas yang baikl bagi bakteri terpilih.
Hasil penelitian menunjukkan, B. megaterium merupakan isolat bakteri yang paling berpotensi menghasilkan biosurfaktan dengan sumber karbon minyak jelantah terlihat dari ODA (cm2). B. megaterium mampu memproduksi biosurfaktan sebesar 0,6959 g/L dan menurunkan tegangan permukaan hingga 29,3 mN/m. Dengan demikian kemampuan biosurfaktan menurunkan tegangan permukaan dibawah 30 mN/m berpotensi memberikan pengaruh positf akselerasi biodegradasi PAHs.
Abtrak (Bhs. Inggris)In improving the bioremediation capasity, it is usually used synthetic surfactant derived from chemical reaction. This surfactant is commonly toxic and dificult to be degraded. Therefor, biosurfactant is nowadys improved, namely surfactant produced by microbes that is friendly environment and easy to be degraded. This research is to study the potency of hydrocarbonoclastic bacteria in producing biosurfactant.
Three hydrocarbonoclastic bacterias (Bacillus aquimaris, Bacillus megaterium, Bacillus pumilus), were examined using two sources of carbon namely crude and waste oils. The first test about producing biosurfactant ability was done with oil spreading test, and then the best bacteria were chosen. Afterwards, biosurfactant was produced using MSM which was added with 2% (v/v) carbon source. This experiment was done under optimum temperature, pH and salinity for the choosen bacteria.
The results showed that B. megaterium was bacteria that presented the best potency in producing biosurfactant using the waste oil as the best carbon source. This could be seen from ODA (cm2). B. megaterium was able to produce 0.692 g/L biosurfactants and to reduce surface tension until 29.3 mN/m. Therefor, ability of biosurfactants to decrease surface tension below 30 mN/m presented a potency to give positive effect to accelerate PAHs biodegradation.
Kata kunciBiosurfaktan, Bacillus megaterium, Akselerasi biodegradasi PAHs
Pembimbing 1Nuning Vita Hidayati, S.Pi, M.Si.
Pembimbing 2Cut Nanda Sari, S.Si, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.