Artikel Ilmiah : I1D019067 a.n. DHEA NITA PRIANDINI

Kembali Update Delete

NIMI1D019067
NamamhsDHEA NITA PRIANDINI
Judul ArtikelHubungan Asupan Seng, Kebiasaan Sarapan, dan Emotional Quotient dengan Kejadian Dismenore Primer (Studi pada Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Menstruasi merupakan kondisi pengeluaran darah secara teratur pada perempuan dimana dapat terjadi gangguan saat menstruasi seperti dismenore primer. Asupan seng, kebiasaan sarapan, dan emotional quotient dapat mempengaruhi peningkatan hormon prostaglandin sebagai penanda terjadinya dismenore primer. Penelitian sebelumnya di Unsoed menunjukkan prevalensi 67,1% kejadian dismenore primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan seng, kebiasaan sarapan, dan emotional quotient dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Universitas Jenderal Soedirman pada mahasiswi aktif dengan jumlah sampel sebanyak 105 orang dan dengan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yang digunakan, antara lain kuesioner kebiasaan sarapan, SEIS, dan SQ-FFQ. Data penelitian tersebut dianalisis dengan uji Rank Spearman. Terdapat hubungan antara asupan seng dengan kejadian dismenore primer (p<0,05, r=-0,206). Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian dismenore primer (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara emotional quotient dengan kejadian dismenore primer (p>0,05). Terdapat hubungan antara asupan seng dan kejadian dismenore primer. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan emotional quotient dengan kejadian dismenore primer.
Abtrak (Bhs. Inggris)Menstruation was a condition of regular bleeding in women who can experience menstrual problems, such as the primary dysmenorrhea. Zinc intake, breakfast habit, and emotional quotient can affect the increased in prostaglandin hormones as a marker of primary dysmenorrhea. Previous research at Unsoed showed 67,1% prevalence of primary dysmenorrhea. This study aimed to determine the correlation between zinc intake, breakfast habit, and emotional quotient in the incidence of primary dysmenorrhea in female undergraduate students at Jenderal Soedirman University. This research design was analytic observational with cross-sectional approach. The research was conducted at Jenderal Soedirman University on active female students with a total sample of 105 people, and taken by cluster sampling technique. The research instruments used included breakfast habit questionnaires, SEIS, and SQ-FFQ. The research data were analyzed with the Rank Spearman test. There was correlation between zinc intake and the incidence of primary dysmenorrhea (p<0,05, r=-0,206). There was no correlation between breakfast habit and the incidence primary dysmenorrhea (p>0,05). There was no correlation between emotional quotient and the incidence of primary dysmenorrhea (p>0,05). There was a correlation between zinc intake on the incidence of primary dysmenorrhea. There was no correlation between breakfast habit and emotional quotient on the incidence of primary dysmenorrhea.
Kata kunciAsupan Seng, Kebiasaan Sarapan, Emotional Quotient, Dismenore Primer
Pembimbing 1Atikah Proverawati, S.K.M., M.P.H.
Pembimbing 2Izzati Nur Khoiriani, S.Gz., M.P.H., Dietisien
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2023-08-28 15:15:25.777905
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.