| NIM | J1E016042 |
| Namamhs | AKBAR PRASETYA LAKSANA WILUJENG |
| Judul Artikel | CODE MIXING USED BY BEKASI TEENAGERS ON WHATSAPP GROUP (A Case Study of Jaksel Language Trend) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Campur kode merupakan fenomena pencampuran bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain atau sebaliknya dan menjadi fenomena yang masif di seluruh dunia, baik dalam kehidupan nyata maupun di media sosial. Saat ini, campur kode lebih dikenal dengan sebutan bahasa Jaksel di kalangan remaja Indonesia. Penelitian deskriptif kualitatif ini menyelidiki jenis-jenis campur kode yang digunakan oleh remaja Bekasi dan mengeksplorasi alasan mereka menggunakan campur kode di WhatsApp Group. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Group Chat WhatsApp English House Bekasi pada tanggal 13 Mei 2023 hingga 13 Juni 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dokumentasi, dimana digunakan triangulasi data untuk memeriksa keabsahan. data. Data dianalisis dengan menggunakan teori tipe campur kode dari Hoffman. Alasan penggunaan campur kode dianalisis dengan menggunakan teori Marasigan. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga jenis campur kode yang ditemukan di Grup WhatsApp Rumah Bahasa Inggris Bekasi yang digunakan oleh remaja Bekasi, yaitu campur kode intra-sentensial, campur kode intra-leksikal, dan melibatkan perubahan pengucapan. Campur kode dalam bentuk intra-sentensial terjadi dalam batas-batas suatu frasa, klausa, atau kalimat. Sedangkan bentuk campur kode intraleksikal terjadi dalam batas kata. Melibatkan perubahan pengucapan campur kode terjadi ketika remaja mengadaptasi suatu istilah bahasa Inggris agar sesuai dengan struktur fonologis bahasa Indonesia. Ditemukan tujuh alasan yang melatarbelakangi penggunaan campur kode oleh remaja Bekasi di WhatsApp Group. Alasan-alasan tersebut adalah kutipan, spesifikasi penerima, pengulangan, kata seru, kualifikasi pesan, personalisasi dan objektivisasi, serta fasilitas ekspresi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Code mixing is the phenomenon of mixing language from one into another or vice versa and it becomes massive phenomenon around the world, both in real life and in social media. These days, code mixing mostly is known as Jaksel language among Indonesian teenagers. This descriptive qualitative research investigated the types of code-mixing used by Bekasi teenagers and explored their reasons for using code-mixing on WhatsApp Group. The data for this study were collected through interview, observation, and documentation on English House Bekasi WhatsApp Group Chat from May 13th 2023 until June 13th 2023. The method used in this study was documentation analysis in which data triangulation was employed to check the validation of the data. The data were analyzed by using Hoffman’s theory of types of code-mixing. The reasons for using code mixing were analyzed by using Marasigan's theory. The findings showed three types of code mixing found in English House Bekasi WhatsApp Group that was used by Bekasi teenagers, namely intra-sentential code mixing, intra-lexical code mixing, and involving a change of pronunciation. Code-mixing in the form of intra-sentential takes place within the boundaries of a phrase, clause, or sentence. Meanwhile, the form of intra-lexical code mixing takes place within a word boundary. Involving a change of pronunciation code mixing takes place when the teenagers adapt an English term to fit Indonesian phonological structure. Seven reasons that motivated the use of code-mixing by Bekasi teenagers on WhatsApp Group were found. Those reasons were quotation, addressee specification, repetition, interjection, message qualification, personalization and objectivization, and facility of expression. |
| Kata kunci | Code Mixing, Jaksel Language, WhatsApp Group Chat, Teenagers |
| Pembimbing 1 | Erna Wardani |
| Pembimbing 2 | Dian Adiarti |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2023-08-27 21:45:02.09412 |
|---|