Artikel Ilmiah : A1C019002 a.n. DARUL RAFIK

Kembali Update Delete

NIMA1C019002
NamamhsDARUL RAFIK
Judul ArtikelPENGEMBANGAN SISTEM MANDIRI ENERGI PADA PROSES PENGGILINGAN PADI MENGGUNAKAN MODEL TERTUTUP DI TEACHING INDUSTRY UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kebutuhan akan energi semakin meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan beras yang disebabkan karena meningkatnya sumber daya manusia. Penggilingan padi berkontibusi untuk memenuhi dan menjaga ketersediaan beras baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hasil samping pada saat proses penggilingan padi menjadi beras giling berupa sekam, dedak atau bekatul, dan menir. Sumber energi biomassa yang bisa menjadi alternatif untuk menggantikan energi fosil setelah proses penggilingan adalah sekam padi, karena kandungan nilai kalornya cukup tinggi yaitu sebesar 14,8 MJ/kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan energi dan kesetimbangan massa pada penggilingan padi, serta mengembangkan sistem produksi penggilingan padi menggunakan model tertutup. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu model kesetimbangan level I, II, dan III kemudian dianalisis menggunakan persamaan efisiensi dari setiap proses produksinya. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan total input 5.100 kg mendapatkan hasil yaitu model kesetimbangan I menghasilkan rendemen sebesar 70% sebanyak 3.570 kg, model kesetimbangan II mendapat rendemen sebesar 62,64% sebanyak 3.257,63 kg, dan model kesetimbangan III mendapat rendemen sebesar 62,48% sebanyak 3.186,65 kg. Kebutuhan energi pada penggilingan padi sebesar 66.305 watt untuk sekali proses penggilingan dengan kapasitas 5.100 kg gabah panen. Proses penggilingan padi mendapatkan hasil samping sekam padi sebesar 885,18 kg sehingga memiliki potensi sebagai energi alternatif dengan hasil konversi biomassa sebesar 46,43 kWh/hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)The need for energy is increasing along with the increase in the need for rice due to increased human resources. Rice milling contributes to fulfilling and maintaining the availability of rice both in terms of quality and quantity. By-products during the process of milling rice into milled rice are husks, bran or rice bran, and groats. Biomass energy source that can be an alternative to replace fossil energy after the milling process is rice husk, because it contains a high calorific value of 14.8 MJ/kg. This study aims to determine the energy requirements and mass balance in rice mills, and to develop a rice mill production system using a closed model. The method used in this study is the equilibrium model level I, II, and III and then analyzed using the efficiency equation of each production process. Based on calculations made with a total input of 5,100 kg, the results are that the equilibrium model I produces a yield of 70% of 3,570 kg, the equilibrium model II obtains a yield of 62.64% of 3,257.63 kg, and the equilibrium model III obtains a yield of 62.48 % as much as 3,186.65 kg. The energy requirement for a rice mill is 66,305 watts for a single milling process with a capacity of 5,100 kg of harvested grain. The rice milling process produces a by-product of 885.18 kg of rice husk so that it has potential as an alternative energy with a biomass conversion of 46.43 kWh/day.
Kata kuncipenggilingan padi, sekam padi, model tertutup
Pembimbing 1Ropiudin, S.TP., M.Si.
Pembimbing 2Dian Novitasari, S.TP., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2023-08-24 23:17:28.184512
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.