| NIM | A1A019013 |
| Namamhs | DESI SAFITRI |
| Judul Artikel | Analisis Kelayakan UMKM Keripik Sale Pisang di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | UMKM merupakan usaha milik perorangan yang bergerak dalam skala kecil. UMKM biasanya memiliki permasalahan yaitu belum menganalisis kelayakan usahanya. Analisis kelayakan usaha perlu dilakukan untuk melakukan evaluasi dan pengembangan usaha kedepannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui UMKM keripik sale pisang di Kecamatan Wangon yang mengeluarkan biaya terbesar dan terkecil dan UMKM dengan pendapatan terbesar dan terkecil, serta mengetahui kelayakan UMKM berdasarkan aspek finansial dan aspek non finansialnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wangon pada bulan Mei 2023 dengan jumlah sampel 5 UMKM. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Alat analisis yang digunakan adalah R/C ratio, BEP, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu 1) UMKM Murni Sari memiliki total biaya terbesar dan UMKM 2F memiliki total biaya terkecil, UMKM Ragil Jaya memiliki total pendapatan dalam satu bulan produksi terbesar dan UMKM 2F memiliki total pendapatan terkecil. 2) Berdasarkan perhitungan R/C Ratio dan BEP maka UMKM keripik sale pisang di Kecamatan Wangon dapat dikatakan layak dijalankan. 3) Berdasarkan aspek hukum UMKM keripik sale pisang telah memiliki legalitas usaha NIB dan P-IRT. Aspek teknis dan teknologi UMKM keripik sale pisang masih secara sederhana dalam proses produksinya dan lokasi usaha strategis. Aspek manajemen dan sumber daya manusia UMKM keripik sale pisang memiliki sistem pembagian kerja dengan sistem penggajian per minggu. Aspek pasar dan pemasaran UMKM keripik sale pisang memiliki pelanggan tetap. Aspek sosial ekonomi UMKM keripik sale pisang berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Aspek dampak lingkungan UMKM keripik sale pisang mengelola limbah dengan menjadikan limbah sebagai pakan ternak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | SMEs are individual-owned businesses that operate on a small scale. SMEs usually have problems, namely they have not analyzed the feasibility of their business. Business feasibility analysis needs to be carried out to evaluate and develop business in the future. This research was carried out with the aim of knowing which SMEs banana sale chips in Wangon District which incur the largest and smallest costs and SMEs with the largest and smallest income, and to determine the feasibility of SMEs based on their financial and non-financial aspects. This research was conducted in Wangon District in May 2023 with a sample size of 5 SMEs. The sampling method used is census. The analytical tool used is R/C system, BEP, and descriptive analysis. The results of this study are 1) Murni Sari SMEs have the largest total costs and 2F SMEs have the smallest total costs, Ragil Jaya SMEs have the largest total income in one month of production and 2F SMEs have the smallest total revenue. 2) Based on calculations R/C ratio and BEP, it can be said that SME banana sale chips in Wangon District is feasible. 3) Based on the legal aspect, SMEs banana sale chips already have NIB and P-IRT business legality. The technical and technological aspects of SMEs banana sale chips are still simple in their production processes and strategic business locations. Aspects of management and human resources, SMEs banana sale chips have a division of labor system with a payroll system per week. Market and marketing aspects of banana sale chips SMEs have regular customers. The socio-economic aspects of SMEs banana sale chips have an effect on employment absorption. The environmental impact aspect of SME banana chips sale manages waste by turning the waste into animal feed. |
| Kata kunci | UMKM, Sale Pisang, Kelayakan Usaha |
| Pembimbing 1 | Ir. Endang Sriningsih, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2023-08-24 22:05:29.086392 |
|---|