Artikel Ilmiah : A1D019119 a.n. ZAHRA AVIRA RAMADHANTY

Kembali Update Delete

NIMA1D019119
NamamhsZAHRA AVIRA RAMADHANTY
Judul ArtikelPengaruh Pemberian Bakteri Penghasil IAA dan Pengurangan Dosis Dolomit terhadap Pertumbuhan Tanaman Jahe Emprit (Zingiber officinalle Var. Amarum) pada Tanah Ultisol
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jahe merupakan salah satu tanaman herbal jenis rimpang yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Kandungan yang terdapat dalam rimpang jahe antara lain energi, karbohidrat, serat, protein, sodium, zat besi, potassium, dan vitamin C serta jenis zat gizi lainnya. Berdasarkan data BPS (2022) produksi jahe di Indonesia dari tahun 2019 - 2022 mengalami penurunan di tahun 2022 degan rincian data yaitu 174 ribu ton (2019), 183 ribu ton (2020), 307 ribu ton (2021) dan 247 ribu ton (2022). Produksi jahe emprit dapat ditingkatkan dengan upaya memanfaatkan bakteri penghasil IAA dan lahan marginal tanah ultisol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bakteri penghasil IAA dan pengurangan dosis dolomit terhadap pertumbuhan tanaman jahe emprit serta mengetahui jenis bakteri dan dosis dolomit yang tepat untuk memacu pertumbuhan jahe emprit. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan 2 faktorial. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan, kehijauan daun, luas daun (cm2), berat segar berangkas (g), berat kering berangkas (g), berat segar rimpang (g), berat kering rimpang (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri IAA isolate S3 berpengaruh pada variabel tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, warna daun, berat berangkas segar, berat rimpang segar. Dosis dolomit 100% menunjukkan pengaruh paling baik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat berangkas segar, berat rimpang kering. Interaksi antara bakteri IAA dan dosis dolomit berpengaruh pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat berangkas segar.
Abtrak (Bhs. Inggris)Ginger is a rhizome-type herbal plant that has many health benefits. The content contained in ginger rhizomes includes energy, carbohydrates, fiber, protein, sodium, iron, potassium, and vitamin C and other types of nutrients. Based on BPS data (2022), ginger production in Indonesia from 2019 - 2022 has decreased in 2022 with detailed data, namely 174 thousand tons (2019), 183 thousand tons (2020), 307 thousand tons (2021) and 247 thousand tons (2022). Ginger emprit production can be increased by utilizing IAA-producing bacteria and ultisol marginal soil. The purpose of this study was to determine the effect of IAA-producing bacteria and reduced dolomite doses on the growth of emprit ginger plants and to determine the type of bacteria and the right dolomite dose to spur the growth of emprit ginger. The experiment used a randomized complete group design with 2 factorials. Parameters observed were plant height (cm), number of leaves (strands), number of tillers, leaf greenness, leaf area (cm2), fresh weight of pruned (g), dry weight of pruned (g), fresh weight of rhizomes (g), dry weight of rhizomes (g). The results showed that the application of IAA bacteria isolate S3 influenced the variables of plant height, leaf area, number of leaves, leaf color, fresh prune weight, fresh rhizome weight. The dolomite dose of 100% showed the best effect on the variables of plant height, number of leaves, number of tillers, fresh pruned weight, rhizome weight, and rhizome weight.
Kata kunciJahe emprit, bakteri, IAA, dolomit, ultisol.
Pembimbing 1Drs. Prasmadji Sulistyanto, M.Si.
Pembimbing 2Ni Wayan Anik Leana, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2023-08-24 21:16:33.483151
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.