Artikel Ilmiah : A1D019197 a.n. JULIANA MAKKIYATUL ULYA

Kembali Update Delete

NIMA1D019197
NamamhsJULIANA MAKKIYATUL ULYA
Judul ArtikelAgroklimat pada Pematah Angin Berbasis Sistem Pertanaman di Lahan Pasir Pantai Jetis
Abstrak (Bhs. Indonesia)Lahan marjinal pasir pantai merupakan lahan yang dapat dikembangkan dan
memiliki potensi dalam usahatani hortikultura. Lahan pasir pantai memiliki iklim yang
tidak dapat ditebak dengan pasti. Penelitian dilakukan di lahan pasir pantai Jetis,
Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Perlakuan pematah angin meliputi: P0:
Tanpa pematah angin, P2: Pematah angin jagung 3 baris dan P3: Pematah jagung sela.
Perlakuan tinggi pengamatan meliputi: T0: 0 cm, T1: 100 cm dan T2: 200 cm.
Perlakuan jarak antar pematah angin di belakang pematah angin meliputi: J0: 0 m, J1:
2 m, J2: 4 m, J3: 6 m, J4: 8 m, sedangkan perlakuan jarak antar pematah angin di depan
pematah angin meliputi: J5: 2 m, J6: 4 m, J7: 6 m dan J8: 8 m. Pengamatan variabel
iklim dilakukan tiap 1 minggu sekali pada pukul 06.00, 12.00 dan 16.00 (WIB).
Pengamatan variabel pH tanah, EC tanah, EC air laut dilakukan setiap 2 minggu sekali.
Sedangkan pengamatan EC Salinitas udara dilakukan setiap 1 minggi sekali selama 24
jam di lokasi penelitian. Data dianalisis menggunakan uji F dan uji lanjut Duncan
Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
unsur iklim pada bulan Juni–September 2021 (musim kemarau) intensitas cahaya
tertinggi pada bulan September 2022 pukul 12.00 mencapai 88.743,10 lux, kecepatan
angin tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan September 2022 yakni 7,31 km/jam pada
pukul 16.00, kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan September 2022 pukul
16.00 mencapai 71,49% suhu udara dan suhu tanah tertinggi juga terjadi pada bulan
September 2022 dengan nilai yang sama yaitu 30,22°C. Pada bulan Oktober-Desember
2022 (musim hujan), intenstas cahaya tertinggi terjadi pada bulan Oktober 2022 pukul
12.00 mencapai 90.358,71 lux, kecepatan angin tertinggi pada bulan Oktober mencapai
5,33 km/jam pada pukul 12.00, kelembaban udara tertinggi pada bulan November 2022
yakni 73,73%, suhu udara dan suhu tanah tertinggi terjadi pada bulan Desember 2022
mencapai 30,30°C pada suhu udara dan 30,34°C pada suhu tanah.
Abtrak (Bhs. Inggris)Marginal land of beach sand is land that can be developed and has potential in
horticultural farming. Sandy beach has a climate that cannot be predicted with
certainty. The research was conducted in the Jetis beach sand, Nusawungu District,
Cilacap Regency. The wind breaking treatments included: P0: No wind breaking, P2:
3 rows corn wind breaking and P3: Interlocking corn breaking. Observation height
treatments include: T0: 0 cm, T1: 100 cm and T2: 200 cm. The treatments for the
distance between the windbreaks behind the windbreak include: J0: 0 m, J1: 2 m, J2:
4 m, J3: 6 m, J4: 8 m, while the treatments for the distances between the windbreaks
in front of the windbreak include: J5: 2m, J6: 4m, J7: 6m and J8: 8m. Observations of
climate variables are carried out once a week at 06.00, 12.00 and 16.00 (WIB).
Observation of soil pH variables, soil EC, sea water EC is carried out every 2 weeks.
While EC observations of air salinity were carried out once every 1 week for 24 hours
at the study site. Data were analyzed using the F test and the Duncan Multiple Range
Test (DMRT) at 5% level. The results showed that the climate elements in June–
September 2021 (dry season) the highest light intensity in September 2022 at 12.00
reached 88,743.10 lux, the highest wind speed occurred in August and September 2022,
namely 7.31 km/hour at 16.00, the highest air humidity occurred in September 2022 at
16.00 reaching 71.49% of air temperature and the highest soil temperature also
occurred in September 2022 with the same value of 30.22°C. In October-December
2022 (rainy season), the highest light intensity occurs in October 2022 at 12.00
reaching 90,358.71 lux, the highest wind speed in October reaching 5.33 km/hour at
12.00, the highest humidity in November 2022, namely 73.73%, the highest air
temperature and soil temperature occurred in December 2022 reaching 30.30°C at air
temperature and 30.34°C at ground temperature.
Kata kunciagroklimat spesifik, musim, pematah angin, lahan pesisir
Pembimbing 1Dr. Ir. Saparso, MP.
Pembimbing 2Ir. Joko Maryanto, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2023-08-24 15:36:56.259901
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.