Artikel Ilmiah : A1D018164 a.n. KANIA NICITTA

Kembali Update Delete

NIMA1D018164
NamamhsKANIA NICITTA
Judul ArtikelKajian Status Hara N, P, dan K pada Berbagai Ketinggian Tempat Sentra Budidaya Pisang (Musa paradisiaca) di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pisang merupakan produk hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Faktor yang mempengaruhi produksi pisang antara lain adalah ketersediaan hara. Penelitian bertujuan untuk menentukan kandungan hara N, P, dan K pada beberapa ketinggian tempat di sentra pisang kabupaten banyumas. Titik pengambilan sampel tanah ditentukan dengan Peta SLH. Sampling dilakukan di tiga lanskap berbeda berdasarkan ketinggian tempat yaitu di 10 kecamatan dengan produksi pisang sedang hingga tinggi yang meliputi Kecamatan Karanglewas, Baturraden, Gumelar, Kemranjen, Ajibarang, Purwojati, Rawalo, Somagede, Sumbang, dan Wangon. Kecamatan tersebut berada pada ketinggian 15-420 mdpl. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm sebanyak tiga titik secara acak kemudian dicampur secara komposit. Status unsur N memiliki harkat sedang hingga tinggi dengan kisaran nilai 0,29-0,58 %. Hubungan antara N-total dengan ketinggian tempat dan produksi pisang memiliki nilai r tertinggi pada SLH 5 sebesar 0,831 atau 83,1% dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan nilai r = 0,766 atau 76% memberikan pengaruh terhadap hasil produksi pisang. Status unsur P memiliki harkat rendah hingga sangat tinggi dengan kisaran nilai 17-90 ppm P2O5. Hubungan antara P-tersedia dengan ketinggian tempat dan produksi pisang memiliki nilai r tertinggi pada SLH 5 sebesar 0,814 atau 81,4% dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan nilai r = 0,431 atau 43,1% memberikan pengaruh terhadap hasil produksi pisang. Status unsur K memiliki harkat sedang hingga tinggi dengan kisaran nilai 0,42-0,70 (cmol(+)/kg-1). Hubungan antara K-tersedia dengan ketinggian tempat dan produksi pisang memiliki nilai r tertinggi pada SLH 1-4 sebesar 0,169 atau 16,9% dipengaruhi oleh ketinggian tempat, kemudian pada SLH 6-8 mempunyai nilai r = 0,642 atau 64,2% memberikan pengaruh terhadap hasil produksi pisang.
Abtrak (Bhs. Inggris)A horticulture product with significant economic significance is the banana. The availability of nutrients is one factor that influences banana output. The purpose of this study was to ascertain the N, P, and K nutritional contents at various altitudes in the Banyumas district's banana growing region. The SLH Map is used to establish the locations for soil sample. Ten sub-districts with moderate to high banana output, including Karanglewas, Baturraden, Gumelar, Kemranjen, Ajibarang, Purwojati, Rawalo, Somagede, Sumbang, and Wangon sub-districts, were sampled in three different altitude-based landscapes. The neighborhood is situated between 15 and 420 meters above sea level. At three different random locations and a depth of 0–30 cm, soil samples were collected, then mixed With a value range of 0.42-0.70 (cmol(+)/kg-1), the elemental state K has a moderate to high value. The link between K-available with altitude and banana production has a r value of 0.169 or 16.9% at SLH 1-4, which is affected by height, and a r value of 0.642 or 64.2% at SLH 6-8, which also influences banana output.
Kata kunciUnsur hara, ketinggian tempat, pisang
Pembimbing 1Ruly Eko Kusuma Kurniawan, S.P., M.P
Pembimbing 2Ir. Purwandaru Widyasunu, M.Sc.Agr.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2023-08-24 10:23:27.565212
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.