Artikel Ilmiah : A1D018158 a.n. LILIANI KARUNIA RAMADHAN

Kembali Update Delete

NIMA1D018158
NamamhsLILIANI KARUNIA RAMADHAN
Judul ArtikelKajian Status Unsur Hara Nitrogen Dan Serapannya Oleh Tanaman Padi Sawah Di Sub DAS Serayu Wilayah Kecamatan Bukateja
Abstrak (Bhs. Indonesia)Nitrogen merupakan salah satu unsur hara makro yang mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan tanaman padi. Masalah utama yang sering terjadi pada budidaya tanaman padi adalah ketersediaan hara nitrogen di dalam tanah. Terkait hal tersebut, hingga saat ini belum ada data referensi kondisi N-total tanah sawah di wilayah Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Riset tentang ketersediaan unsur dan sebaran hara nitrogen diperlukan untuk melakukan tindakan rekomendasi pemupukan yang tepat. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk 1) mengetahui agihan unsur hara nitrogen yang terdapat di lahan sawah, 2) mengetahui hubungan antara unsur hara nitrogen dalam tanah dan serapan N dengan hasil tanaman padi sawah, dan 3) menentukan rekomendasi pemupukan nitrogen untuk budidaya padi sawah di DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purblingga. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2022 dengan cara survei lahan, wawancara dengan responden, dan analisis laboratorium di laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Survei dilakukan pada sembilan desa yang terdapat di Kecamatan Bukateja. Survei dilakukan untuk menentukan titik sampel, pengambilan sampel tanah dan tanaman, riset dengan responden berupa wawancara terkait perolehan data pemupukan, sistem budidaya dan hasil panen tanaman padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan N-total yang terdapat di Kecamatan Bukateja didominasi dengan kadar sedang. N-total tanah terendah terdapat pada SLH 1 dengan kedalaman 25-50 cm sebesar 0,03% dan kandungan dari N-total tanah tertinggi terdapat pada SLH 1 dengan kedalaman 0-25 cm sebesar 0,66%. Berdasarkan hasil analisis serapan nitrogen, diperoleh hasil bahwa serapan nitrogen tanaman terendah terdapat pada SLH 1 sebesar 812,8 µg/daun tanaman dan serapan nitrogen tanaman tertinggi terdapat pada SLH 1 dan 2 sebesar 1320,8 µg/daun tanaman. Pemupukan nitrogen dengan dosis tertinggi sebesar 23,07 kg/ha/musim direkomendasikan pada area SLH 1 titik sampel 12, sedangkan SLH 1 titik sampel 11 dan SLH 2 titik sampel 4 tidak perlu lagi diberi tambahan pupuk nitrogen.
Abtrak (Bhs. Inggris)Nitrogen is one of the macro nutrients that has an important role in the growth of rice. The main problem that often occurs in lowland rice cultivation is the availability of nitrogen in the soil. Regarding this matter, until now there has been no research on soil conditions related to the availability of nitrogen in Bukateja District, Purbalingga Regency. Information regarding the availability of elements and the distribution of nitrogen is needed to provide appropriate recommendations regarding fertilization. This research was carried out with the aims of 1) discovering the distribution of nitrogen in paddy fields, 2) discovering the relationship between the availability of nitrogen in the soil and its uptake with the yield of lowland rice, and 3) determining the recommendation related to nitrogen fertilization for lowland rice cultivation in Serayu River Sub-Basin of Bukateja District, Purbalingga Regency. The study was conducted from March to June 2022 by running a land survey, interview with some respondents, and perform laboratory analysis at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The survey was conducted in 9 villages of Bukateja District. The survey was done to define sample points (at the depth of 0-25 cmm and 25-50 cm) and to collect soil and plant samples. The interview sessions was conducted to obtain the data related to fertilization, cultivation system, and the yield of rice grown in the research area. The results showed that the total nitrogen availability in Bukateja District was dominated by medium levels with the lowest total soil nitrogen content of 0.03% found in SLH 1 sample point 8 with the depth of 25-50 cm and the highest total soil nitrogen content of 0.66% found in SLH 2 sampel points 4 with the depth of 0-25cm. Concerning plant nitrogen uptake, the lowest value was found in SLH 1 sample point 5 which was 812.8 g/plant and the highest value of 1320.8 g/plant was found in both SLH 1 sample point 12 and SLH 2 sample point 4. The highest dose of nitrogen fertilizer i.e. 23.07 kg/ha/season is recommended at SLH 1 sample point 12, whereas SLH 1 sample point 11 and SLH 2 sample point 4 are not recommended for additional nitrogen fertilizer.
Kata kunciSerapan N, N total, padi sawah, pemupukan.
Pembimbing 1Ir. Purwandaru Widyasunu, M.Sc. Agr
Pembimbing 2Ir. Imastini Dinuriah, M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2023-08-24 10:20:28.275419
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.