Artikel Ilmiah : A1A016046 a.n. TYAS FATIRACHMAN

Kembali Update Delete

NIMA1A016046
NamamhsTYAS FATIRACHMAN
Judul ArtikelAnalisis Daya Saing Ekspor Biji Kakao Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki keunggulan dan berperan dalam pengembangan wilayah dan agroindustri di Indonesia. Sumbangan devisa yang diberi oleh kakao berada diperingkat ketiga pada sektor perkebunan setelah kelapa sawit dan kopi. Indonesia menempati posisi kesepuluh ekspor biji kakao di pasar internasional. Ekspor biji kakao yang terus menurun dan impor naik setiap tahunnya dengan pertumbuhan impor sebesar 54,64 persen setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif dan kompetitif ekspor biji kakao Indonesia serta mengetahui posisi perdagangan Indonesia untuk komoditas biji kakao. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 25 Maret sampai 09 April 2023. Obyek penelitian ini adalah ekspor biji kakao (HS 1801) Indonesia. Variabel yang terdapat dalam penelitian adalah nilai ekspor, nilai impor, nilai ekspor total, keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif dan biji kakao. Analisis yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil penelitian menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif, tetapi Indonesia ada dalam posisi retreat atau tidak memiliki keunggulan kompetitif. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan biji kakao Indonesia di bawah rata-rata pertumbuhan dunia mengakibatkan biji kakao Indonesia tidak lagi diminati oleh pasar biji kakao di pasar internasional. Indonesia menempati posisi sebagai negara importir untuk komoditas biji kakao.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cocoa is a plantation commodity that has advantages and plays a role in regional development and agro-industry in Indonesia. The foreign exchange contribution given by cocoa is ranked third in the plantation sector after oil palm and coffee. Indonesia occupies the tenth position of cocoa bean exports in the international market. Cocoa bean exports continued to decline and imports increased each year with import growth of 54.64 percent annually. This study aims to determine the comparative advantage and competitive export of Indonesian cocoa beans as well determine Indonesia's trade position for commodity cocoa beans. This research was conducted from 25 March to 09 April 2023. The object of this research was the export of Indonesian cocoa beans (HS 1801). The variables contained in the research are export value, import value, total export value, comparative advantage, competitive advantage and cocoa beans. The analysis used is Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), and Trade Specialization Index (ISP). The results show that Indonesia has a strong comparative advantage in exporting cocoa beans, but Indonesia is in a retreat position or does not have a competitive advantage. This indicates that the growth of Indonesian cocoa beans is below the world average growth resulting in Indonesian cocoa beans being no longer in demand by the cocoa bean market in the international market. Indonesia occupies a position as an importing country for cocoa beans.
Kata kuncidaya saing, RCA, EPD, ISP dan biji kakao
Pembimbing 1Dr. Ir. Suyono, M.S.
Pembimbing 2Alpha Nadeira Mandamdari, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2023-08-22 17:26:22.332762
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.