Artikel Ilmiah : D1A016214 a.n. WAHYU NUR FAHMI

Kembali Update Delete

NIMD1A016214
NamamhsWAHYU NUR FAHMI
Judul ArtikelPengaruh Berbagai Macam Pengencer Semen Terhadap Motilitas dan Fertilitas Spermatozoa Ayam Kampung (Gallus Gallus domesticus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)abstrak. Penelitian dilakukan di Laboraturium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Terapan dan
Teaching and Experimental Farm, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, mulai tanggal 1
September sampai 11 November 2022. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh
berbagai macam pengencer semen terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam kampung.
Materi yang digunakan yaitu semen segar dari 10 ekor ayam Kampung pejantan dengan kisaran
umur 1,5- 2 tahun dan 40 ekor ayam niaga petelur dengan umur 102 minggu. Penelitian ini
menggunakan 2 rancangan percobaan, untuk motilitas menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dan fertilitas menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 jenis perlakuan dan 5
kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0= susu skim 5gr + aquabidest 50ml, P1= P0 + NaCl
fisiologis, P2= P0 + Ringer laktat dan P3= P0 + Ringer dextrose dengan masing masing persentase
P0 80% dan larutan 20%. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan di uji lanjut
Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil perhitungan ANAVA menunjukan bahwa pengaruh berbagai macam
pengencer semen berpengaruh nyata terhadap motilitas spermatozoa ayam kampung (P<0,05)
dengan perlakuan P1, P2 dan P3 lebih tinggi secara signifikan daripada P0. Perlakuan pada uji
tidak berpengaruh pada fertilitas(P>0,05) dengan nilai tertinggi pada perlakuan P1 75,48±18,93%
dan nilai terendah pada perlakuan P0 dengan nilai 68,89±42,6%. Kesimpulan penelitian susu skim
yang dilarutkan menggunakan aquabides yang ditambahkan ringer laktat menunjukan hasil nilai
rata-rata tertinggi pada motilitas dan penggunaan berbagai macam pengencer semen,
menghasilkan fertilitas yang relatif sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract. The research was conducted at the Laboratory of Applied Livestock Physiology and
Reproduction and Teaching and Experimental Farm, Jenderal Soedirman Purwokerto University,
from September 1 to November 11, 2022. Research was conducted to determine the effect of
various kinds of semen diluent on the motility and fertility of native chicken spermatozoa. The
material used was fresh semen from 10 kampung roaster with an age range of 1.5-2 years and 40
comercial laying hens with an age of 102 weeks, skim milk and aquabidest as controllers (P0) NaCl
fisiologis (P1), ringer lactate (P2), and ringer dextrose (P3). This analysis of variance (ANAVA) and further tested by Honest Significant Differences (BNJ). The
ANAVA calculation results showed that the effect of various kinds of cement diluents had a
significant effect on the motility of free-range chicken spermatozoa (P<0.05) with treatment P1,
P2 and P3 significantly higher than P0. Treatment in the test had no effect on fertility (P> 0.05)
with the highest score in treatment P1 75.48 ± 18.93% and the lowest value in treatment P0 with
a value of 68.89 ± 42.6%. The conclusion of this study was skimmed milk dissolved using
aquabides added with Ringer's lactate showed the highest average results on motility and the use
of various kinds of semen diluents, resulting in relatively the same fertility. study used 2 experimental
designs, for motility using Randomized Block Design (RBD) and fertility using Completely
Randomized Design (CRD) with 4 types of treatments and 5 repeats. The treatment given was P0
= skim milk 5gr + aquabidest 50ml, P1 = P0 + NaCl physiological, P2 = P0 + Ringer lactate and P3 =
P0 + Ringer dextrose with each percentage of P0 80% and 20% solven. Data were analyzed using
Kata kunciayam kampung, berbagai macam pengencer, susu skim, aquabides, motilitas, fertilitas
Pembimbing 1Prof. Ir. Dadang Mulyadi Saleh, M.S., M.Agr.Sc., pH.D., IPU
Pembimbing 2Nu'man Hidayat, S.Pt., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2023-08-18 12:02:23.642551
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.