Artikel Ilmiah : F1F019039 a.n. NABA SYIFA HUDANI

Kembali Update Delete

NIMF1F019039
NamamhsNABA SYIFA HUDANI
Judul ArtikelPengaruh Strategi Advokasi Human Rights Watch (HRW) dalam Penyelesaian Permasalahan HAM di Myanmar Tahun 2020-2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)Myanmar merupakan salah satu negara dengan permasalahan HAM yang paling buruk di dunia. Permasalahan HAM ini disebabkan beberapa hal seperti konfil etnis yang berkepanjangan dan pemerintahan yang otoriter. Sudah banyak upaya yang dilakukan aktor negara ataupun non-negara untuk menyelesaikan hal ini. Human Rights Watch (HRW) adalah salah satu aktor yang berperan penting dalam permasalahan ini. HRW sendiri merupakan sebuah NGO yang berperan dalam advokasi HAM. Keterlibatan HRW di Myanmar sudah dimulai tahun 1989. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi advokasi yang dilakukan oleh HRW di Myanmar pada tahun 2020 hingga 2022 dan pengaruhnya terhadap permasalahan HAM di Myanmar menggunakan konsep transnational advocacy network (TAN). Data tentang strategi advokasi HRW ini diperoleh dari studi kepustakaan yang bersumber dari artikel jurnal, laporan resmi, dan berita daring. Penelitian ini menemukan bahwa HRW telah mengimplementasikan empat strategi advokasi yaitu information politics, symbolic politics, leverage politics, dan accountability politics. Namun, upaya advokasi yang dilakukan HRW belum mampu mempengaruhi Myanmar untuk menghentikan permasalahan HAM yang terjadi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Myanmar is one of the countries with the worst human rights problems in the world. This human rights problem is caused by several things such as prolonged ethnic conflict and authoritarian government. Various efforts have been made by state and non-state actors to solve this problem. Human Rights Watch (HRW) is one of the actors that plays an important role in this problem. HRW itself is an NGO that plays a role in human rights advocacy. HRW's involvement in Myanmar began in 1989. This research aims to analyze the implementation of advocacy strategies carried out by HRW in Myanmar from 2020 to 2022 and their influence on human rights issues in Myanmar using the concept of transnational advocacy network (TAN). Data regarding HRW's advocacy strategy was obtained from literature studies sourced from journal articles, official reports, and online news. This study found that HRW has implemented four advocacy strategies, namely information politics, symbolic politics, influence politics, and accountability politics. However, HRW's advocacy efforts have not been able to influence Myanmar to stop the human rights problems that occur.
Kata kunciHuman Rights Watch (HRW), Transnational Advocacy Network (TAN), Myanmar, Hak Asasi Manusia
Pembimbing 1Nuriyeni Kartika Bintarsari, Ph.D.
Pembimbing 2Kholifatus Saadah, S.Hub.Int., M.Hub.Int.
Pembimbing 3Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP., M.Soc.Sc.
Tahun2023
Jumlah Halaman76
Tgl. Entri2023-08-13 12:39:34.761566
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.