| NIM | B1A016038 |
| Namamhs | NAFISATURROKHMAH |
| Judul Artikel | KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU TERESTRIAL (Pteridophyta) PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Keanekaragaman merupakan variasi yang terdapat diantara semua makhluk hidup pada tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Keanekaragaman hayati yang dapat diamati di Indonesia diantaranya kelompok tumbuhan paku (Pteridophyta). Keanekaragaman yang berbeda pada tumbuhan paku dipengaruhi oleh lingkungan tempat tumbuh. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan dominasi tumbuhan paku terestrial yang tumbuh diberbagai ketinggian tempat.Penelitian ini menggunakan metode petak kuadrat pada ketinggian 150-750 mdpl, dengan membuat 4 petak pada masing–masing stasiun berukuran 2mx2m. Variabel terikat yang diamati yaitu tumbuhan paku terestrial dengan parameter jumlah spesies dan jumlah individu per spesies, variabel bebas yang diamati yaitu faktor lingkungan dengan parameter ketinggian tempat, suhu, kelembaban, intensitas cahaya,dan pH tanah. Analisis data menggunakan Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan Spesies (E), Indeks Nilai Penting (INP), dan Indeks Kesamaan Spesies (IS). Hasil penelitian diperoleh tumbuhan paku di Kecamatan Kedungbanteng sebanyak 6 familia dan 14 spesies yang terdiri atas 1.383 individu. Spesies yang banyak ditemukan yaitu Tectaria crenata dan paling sedikit ditemukan adalah Davallia solida. Diperoleh indeks kemerataan tinggi yaitu 0,846, dengan indeks nilai penting tertinggi pada ketinggian 300 mdpl dan indeks kesamaan komunitas dikatakan tinggi karena lebih dari 75% yaitu 76,92% pada ketinggian 600 mdpl dengan 750 mdpl. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Diversity is the variation that exists among all living things at the gene, species, and ecosystem level. Biodiversity that can be observed in Indonesia among groups of ferns (Pteridophyta). The different diversity of ferns is also influenced by the environment in which they grow. The aim of this study was to determine the diversity and dominance of terrestrial ferns that grow at various altitudes. This study used the quadratic plot method at an altitude of 150-750 meters above sea level, by making 4 plots at each station measuring 2mx2m. The dependent variable observed was terrestrial ferns with the parameters of the number of species and the number of individuals per species, the independent variables observed were environmental factors with the parameters of different altitudes, temperature, humidity, light intensity and soil pH. Data analysis uses Diversity Index (H'), Index Species Evenness (E), Important Value Index (INP), and Species Similarity Index (IS). The results of the study in Kedungbanteng District obtained 6 families and 14 species of ferns consisting of 1,383 individuals. The most commonly found species is Tectaria crenata and the least found is Davallia solida. The highest evenness index was obtained 0.846, with the highest important value index at an altitude of 300 meters above sea level and a high community similarity index because it was more than 75%, namely 76.92% at an altitude of 600 meters above sea level and 750 meters above sea level. |
| Kata kunci | Keanekaragaman, Kedungbanteng, Kemerataan, Ketinggian, Tumbuhan paku Terestrial. |
| Pembimbing 1 | Drs. Edi Yani .M.S. |
| Pembimbing 2 | Dra. Wiwik Herawati, M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 32 |
| Tgl. Entri | 2023-08-09 22:39:59.903777 |
|---|