Artikel Ilmiah : F1B018075 a.n. RAHMANIA NUR PURWANTI
| NIM | F1B018075 |
|---|---|
| Namamhs | RAHMANIA NUR PURWANTI |
| Judul Artikel | Manajemen Bencana Erupsi Gunung Merapi Melalui Program Sister Village Di Kabupaten Magelang |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Terbentuknya program Sister Village di Kabupaten Magelang karena terjadinya suatu peristiwa erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 silam khususnya di Desa Ngargomulyo sebagai daerah yang masuk dalam KRB III. Pada saat itu, proses penanganan bencana erupsi Gunung Merapi tidak terorganisir dengan baik sehingga menimbulkan beberapa masalah seperti banyaknya korban jiwa dan harta benda milik masyarakat, jumlah pengungsi yang melebihi kapasitas pengungsian, kondisi pengungsian yang tidak memadai, dsb. Sister Village menjadi sebuah program pengurangan risiko bencana akibat erupsi Gunung Merapi yang pada prosesnya juga dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan manajemen bencana yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen bencana erupsi Gunung Merapi melalui Sister Village di Kabupaten Magelang berdasarkan model kerangka kerja Sendai (Sendai Framework). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Informan dari penelitian ini adalah Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Magelang, Ketua LPBDes Ngargomulyo dan Tamanagung, serta Tokoh Kebencanaan Desa Ngargomulyo. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Ngargomulyo telah mengikuti Kerangka Kerja Sendai untuk pengurangan risiko bencana. Sehingga, dengan penerapan manajemen bencana tersebut, dampak yang ditimbulkan dari ancaman erupsi Gunung Merapi dapat diminimalisir. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The formation of the Sister Village program in Kabupaten Magelang was due to the eruption of Gunung Merapi in 2010, especially in Desa Ngargomulyo as an area included in KRB III. At that time, the process of handling the eruption of Gunung Merapi was not well organized, causing several problems such as the large number of victims and property belonging to the community, the number of refugees that exceeded the capacity of the evacuees, the condition of the refugees who could not afford it, etc. Sister Village became a disaster risk management program due to the eruption of Gunung Merapi, which in the process also carried out various efforts to create good disaster management. The purpose of this study was to find out how the Gunung Merapi eruption disaster management through Sister Village in Kabupaten Magelang is based on the Sendai Framework model. The method used in this research is descriptive qualitative. The selection of informants used purposive sampling and snowball sampling techniques. Informants from this study were the head of division Kesiapsiagaan dan Mitigasi BPBD Kabupaten Magelang, head of LPBDes Tamanagung and Ngargomulyo, as well as Desa Ngargomulyo disaster figures. The data analysis method used is an interactive analysis method. The results of the study show that the management of the Gunung Merapi eruption disaster in Desa Ngargomulyo has followed the Sendai Action Plan for disaster risk mitigation. So that with the implementation of disaster management, the impact arising from the threat of Gunung Merapi eruption can be minimized. |
| Kata kunci | Manajemen Bencana, Sister Village, Kerangka Kerja Sendai. |
| Pembimbing 1 | Dr. Tobirin, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Alizar Isna, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2023-08-09 19:57:37.756371 |