Artikel Ilmiah : L1C019022 a.n. LISDA DWI HARTINI

Kembali Update Delete

NIML1C019022
NamamhsLISDA DWI HARTINI
Judul ArtikelGelombang Panas Laut (Marine Heatwaves) di Perairan Selatan Jawa Pada Periode Indian Ocean Dipole (IOD)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Gelombang panas laut (GPL) merupakan peningkatan suhu permukaan laut
(SPL) yang terjadi secara ekstrem dimana kondisi suhu akan melebihi nilai
ambang batas normal dan berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau
lebih. Peristiwa GPL dapat disebabkan oleh adanya fenomena Indian Ocean
Dipole (IOD) yang terjadi di Samudra Hindia. Gelombang panas laut dapat
digambarkan dalam metriks yang terdiri dari frekuensi, intensitas dan durasi.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik GPL di perairan
selatan Jawa pada tahun 2008 - 2020 serta mengetahui hubungan GPL dengan
fenomena IOD. Penelitian ini menggunakan data SPL yang diperoleh dari Global
Ocean OSTIA Sea Surface Temperature and Sea Ice Reprocessed dan indeks IOD.
Metode yang digunakan adalah menghitung rata-rata klimatologis SPL,
pendeteksian kejadian GPL dan perhitungan nilai korelasi antara anomali SPL
saat GPL dengan indeks IOD. Frekuensi kejadian GPL ditemukan sebanyak 29
kejadian dengan intensitas maksimum tertinggi yaitu 2,15°C. Durasi kejadian
terpanjang yaitu 36 hari dan terpendek 5 hari. Kejadian GPL terbanyak
ditemukan pada tahun 2010 sebanyak 6 kejadian dan 2016 sebanyak 12 kejadian.
Hubungan antara anomali SPL saat terjadinya GPL dan indeks IOD memiliki
nilai yang kuat dan terbalik, yang berarti ketika anomali SPL meningkat maka
indeks IOD akan menurun.
Abtrak (Bhs. Inggris)Marine heatwaves (MHWs) is an extreme increase in sea surface temperature (SST) in
which temperature conditions exceed the threshold values during five consecutive days
or more. MHWs events can be caused by the Indian Ocean Dipole (IOD) phenomenon
that occurs in the Indian Ocean. Marine heatwaves can be described in metrics consisting
of frequency, intensity and duration. This study investigated the characteristics of
MHWs in the waters south of Java from 2008 to 2020, as well as to understood the
relationship between MHWs and the IOD phenomenon. This research consists of SST
data obtained from the Global Ocean OSTIA Sea Surface Temperature and Sea Ice
Reprocessed, and the IOD index. The methodology involved calculating the climatological
mean of SST, detecting MHW events, and calculating the correlation between SST
anomalies during MHWs and the IOD index. Twentynine MHWs events were identified
during the research, with the highest maximum intensity has recorded at 2.15°C. The
longest duration of an MHW event was 36 days, while the shortest lasted for 5 days. The
most frequent MHWs events occurred in 2010 with six events, and in 2016 with twelve
events. The relationship between SST anomalies during MHWs and the IOD index was
found to be strong and inverse, indicating when SST anomalies increased the IOD index
showed a tendency to decrease.
Kata kunciKata kunci: gelombang panas laut; IOD; perairan selatan Jawa
Pembimbing 1Mukti Trenggono, S.Kel., M.Si
Pembimbing 2Isnaini Prihatiningsih, S.I.K., M.Si
Pembimbing 3-
Tahun2023
Jumlah Halaman67
Tgl. Entri2023-07-31 10:36:12.596352
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.