Artikel Ilmiah : E1A019107 a.n. AHMAD FARHAN ARIAPUTRA

Kembali Update Delete

NIME1A019107
NamamhsAHMAD FARHAN ARIAPUTRA
Judul ArtikelPeran Tim Asesmen Terpadu dalam Penerapan Rehabilitasi terhadap Pecandu Narkotika (Studi Kasus di Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Selatan)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penegakan hukum dalam bidang narkotika sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU No. 35 Tahun 2009) bertujuan untuk memberikan efek jera (deterrent effect) terhadap penyalahguna narkotika. Pasal 127 ayat 3 UU No. 35 Tahun 2009 tersebut mengatur bahwa dalam hal pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika dapat dibuktikan atau terbukti sebagai penyalahguna narkotika, maka wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Tim Asesmen Terpadu serta faktor penguat dan penghambat Tim Asesmen Terpadu pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Selatan dalam penerapan rehabilitasi terhadap pecandu narkotika. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di BNN Kota Jakarta Selatan. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data diolah dengan reduksi data, kategorisasi data, dan display data serta dianalisis dengang teknik Content Analisys Methode. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa peran Tim Asesmen Terpadu. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Tim Asesmen Terpadu dilaksanakan dengan melakukan analisis mengenai status hukum dan status medis terhadap pecandu narkotika yang dilakukan oleh Tim Hukum dan Tim Dokter pada Tim Asesmen Terpadu. Semua analisis tersebut dituang ke dalam surat hasil asesmen yang akan digunakan sebagai dasar pertimbangan oleh hakim untuk memberikan vonis rehabilitasi, serta menjadi pedoman pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu narkotika. Terdapat beberapa faktor penguat dan penghambat dalam Peran Tim Asesmen Terpadu dalam penerapan rehabilitasi terhadap pecandu narkotika. Faktor penguat berkontribusi terhadap terlaksananya peran Tim Asesmen Terpadu, sedangkan faktor penghambat harus diperbaiki agar peran Tim Asesmen Terpadu dapat dilaksanakan lebih efektif.
Abtrak (Bhs. Inggris)Law enforcement in the field of narcotics as regulated in Number 35 act of 2009 concerning Narcotics (UU No. 35 of 2009) aims to provide a deterrent effect (efek jera) against narcotics abusers. Article 127 paragraph 3 Law no. 35 of 2009 stipulates that in the case of drug addicts and victims of narcotics abuse can be proven to be drug abusers, they are obliged to undergo medical rehabilitation and social rehabilitation. The formulation of the problem in this research is what is the role of the Integrated Assessment Team and the strengthening and hindering factors of the Integrated Assessment Team at the South Jakarta City National Narcotics Agency (BNN) in the implementation of rehabilitation for drug addicts. This study uses an empirical juridical approach with descriptive research specifications. The research location is at South Jakarta City BNN office. The method of determining informants in this study is using Purposive Sampling and Snowball Sampling techniques. Sources of data used are primary data and secondary data. The data is processed by data reduction, data categorization, and data display and analyzed using the Content Analysis Method technique. Research results showed that the role of the Integrated Assessment Team was carried out by conducting an analysis of the legal status and medical status of drug addicts which was carried out by the Legal Team and the Doctors Team in the Integrated Assessment Team. These analyzation are added in an assessment letter which will be used as a basis for consideration by the judge to give a rehabilitation verdict, as well as a guideline for the implementation of rehabilitation for drug addicts. There are several strengthening and hindering factors in the role of the Integrated Assessment Team in the implementation of rehabilitation for drug addicts. Reinforcing factors contribute to the implementation of the role of the Integrated Assessment Team, while hindering factors must be corrected so that the role of the Integrated Assessment Team can be carried out more effectively.
Kata kunciNarkotika, Rehabilitasi, Tim Asesmen Terpadu
Pembimbing 1Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H.
Pembimbing 2Rani Hendriana, S.H., M.H.
Pembimbing 3Dwiki Oktobrian, S.H., M.H.
Tahun2023
Jumlah Halaman30
Tgl. Entri2023-07-23 14:34:20.798399
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.