Artikel Ilmiah : L1C019009 a.n. MUTI FAJRIATI NINGSIH

Kembali Update Delete

NIML1C019009
NamamhsMUTI FAJRIATI NINGSIH
Judul ArtikelINTENSITAS GELOMBANG PANAS LAUT
DAN POTENSI PEMUTIHAN KARANG
DI LAUT JAWA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Gelombang Panas Laut (GPL) adalah periode ketika suhu air di atas
ambang batas berdasarkan data historis selama lima hari atau lebih.
Peristiwa ini berpotensi menjadi penyebab memutihnya terumbu karang.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik gelombang panas
laut di perairan Laut Jawa dan potensi kejadian pemutihan terumbu karang
berdasarkan kejadian gelombang panas laut. Potensi pemutihan karang
difokuskan pada daerah Kepulauan Seribu, Karimunjawa dan Kangean.
Gelombang Panas Laut diidentifikasi menggunakan persentil ke-95 dengan
durasi minimum tujuh hari. Analisis potensi pemutihan karang dilakukan
dengan menghitung nilai hotspot dan Degree Heating Weeks (DHW). Hasil
penentuan karakteristik GPL menunjukkan durasi rata-rata antara tujuh
hingga lima belas hari, dengan intensitas rata-rata antara 0,5 hingga 2,5°C.
Frekuensi kejadian GPL tercatat satu hingga dua kali setiap tahun.
Gelombang panas laut yang berpotensi menyebabkan pemutihan karang
terjadi pada tahun 2010, 2015, 2016, 2018, 2019, dan 2020. Suhu maksimum
yang ditemukan selama peristiwa gelombang panas laut lebih dari 29°C,
dengan hotspot >1°C. Hasil analisis DHW kebanyakan menunjukan nilai
<4°C-minggu, namun terdapat kejadian dengan nilai >4°C-minggu di
wilayah Karimunjawa dan Kangean. Hal ini menunjukan bahwa Hotspot
diatas 1°C dan DHW yang terjadi ini diduga berpotensi menimbulkan stres
termal yang merupakan faktor potensial dalam terjadinya pemutihan
karang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Marine Heat Waves (MHW) are periods when water temperatures are
above thresholds based on historical data for five or more days. The
purposes of this study were to determined the characteristics of MHW in
the waters of the Java Sea and the potential for coral reef bleaching events
based on marine heatwave events. The potential for coral bleaching was
focused on the Seribu Islands, Karimunjawa, and Kangean areas. Coral
bleaching was identified using the 95th percentile with a minimum duration
of seven days. The analysis of coral bleaching potential was conducted by
calculating the values of hotspot and Degree Heating Weeks (DHW).
Marine heat waves characteristics showed an average duration of seven to
fifteen days and an average intensity of 0.5 to 2.5°C. The frequency of MHW
was recorded one until two times each year. A marine heatwave with the
potential of bleaching corals occurred in 2010, 2015, 2016, 2018, 2019, and
2020. The maximum temperature has found during MHW was over 29°C,
with hotspot >1°C. The analysis results of DHW mostly indicate values
<4°C-week, but there are occurrences with values >4°C-week in the
Karimunjawa and Kangean regions. This indicates that the Hotspot above
1°C and the occurring DHW are suspected to potentially induce thermal
stress, which is a potential factor in coral bleaching occurrence.
Kata kunciGelombang Panas Laut; potensi pemutihan karang; DHW.
Pembimbing 1Mukti Trenggono, S.Kel., M.Si
Pembimbing 2Isnaini Prihatiningsih, S.I.K., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman70
Tgl. Entri2023-07-13 14:25:14.769646
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.