Artikel Ilmiah : A1F018050 a.n. LOLALITA OCTANELA

Kembali Update Delete

NIMA1F018050
NamamhsLOLALITA OCTANELA
Judul ArtikelAPLIKASI PEMANFAATAN EKSTRAK TEMULAWAK
(Curcuma zanthorrhiza) SEBAGAI INDIKATOR ALAMI UNTUK MENGIDENTIFIKASI BORAKS PADA BAKSO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bakso adalah makanan yang terbuat dari campuran antara daging giling, tepung tapioka, bumbu, dan bahan tambahan lainnya yang dibentuk bola-bola kecil. Karakteristik bakso yang kenyal dan memiliki umur simpan rendah menjadikan bakso rawan untuk ditambahkan boraks sebagai bahan pengenyal dan pengawet. Padahal, penggunaan boraks dalam pangan sangat berbahaya karena dapat membahayakan kesehatan. Metode yang umum digunakan untuk mendeteksi boraks pada makanan diantaranya melalui reaksi pengendapan atau uji nyala api. Namun, metode tersebut kurang praktis sehingga dikembangkan metode yang lebih praktis dan sederhana, yaitu memanfaatkan temulawak sebagai indikator alami boraks. Kandungan kurkumin dari temulawak berpotensi sebagai indikator alami yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi boraks baik untuk pengujian kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui apakah ekstrak temulawak dapat digunakan dalam analisis kualitatif sebagai indikator keberadaan boraks, 2) mengetahui apakah ekstrak temulawak dapat digunakan sebagai pereaksi alternatif dalam analisis kuantitatif untuk menghitung kadar boraks menggunakan metode spektrofotometri, dan 3) mengetahui aplikasi penggunaan ekstrak temulawak untuk menguji kandungan boraks pada bakso.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan melalui 3 tahap, tahap pertama yaitu analisis kualitatif boraks dengan media uji kertas kurkumin yang terbuat dari ekstrak temulawak, tahap kedua yaitu uji validasi metode meliputi uji linieritas, LOD, LOQ, akurasi, dan presisi menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk menguji performa dari pereaksi yang digunakan, yaitu larutan kurkumin 0,125% sebagai pereaksi pembanding dan ekstrak temulawak 1%, 2%, 3% sebagai pereaksi uji, diakhiri dengan tahap ketiga yaitu analisis kuantitatif pada sampel bakso menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Didapatkan hasil bahwa kertas kurkumin sebagai media uji dapat digunakan dalam analisis kualitatif boraks ditandai dengan perubahan warna kertas kurkumin menjadi merah kecoklatan. Ekstrak temulawak 3% dapat digunakan sebagai pereaksi alternatif pada analisis kuantitatif boraks karena telah memenuhi syarat validasi metode dengan nilai koefisien korelasi 0,995; nilai LOD 1,82 ppm; nilai LOQ 6,08 ppm; nilai akurasi 89,96%; dan nilai presisi 0,42%. Rata-rata hasil penetapan kadar boraks pada bakso menggunakan pereaksi larutan kurkumin 0,125% sebesar 14,49 ppm dan pereaksi ekstrak temulawak 3% sebesar 14,18 ppm melalui uji t tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pada kedua pereaksi sehingga ekstrak temulawak 3% dapat digunakan sebagai pereaksi alternatif pada analisis kuantitatif boraks pada bakso.
Abtrak (Bhs. Inggris)Meatballs are food made from ground beef, tapioca flour, spices, and other additives formed into small balls. The characteristics of the meatballs which are chewy and have a low shelf life, make meatballs prone to adding borax as a thickening agent and preservative. Using borax in food is very dangerous because it can harm health. Standard methods to detect borax in food include precipitation reactions or flame tests. However, this method was less practical. So a simpler and more practical method was developed, using temulawak as a biological indicator of borax. The curcumin content of temulawak has the potential as a biological indicator that can be used to identify borax for both qualitative and quantitative testing. This study aims 1) to find out whether temulawak extract can be used in qualitative analysis as an indicator of borax, 2) to find out whether temulawak extract can be used as an alternative reagent in quantitative analysis to calculate borax content using the spectrophotometric method, and 3) to find out the application of temulawak extract to test borax content on meatballs.
This research is experimental research conducted through 3 stages, the first stage is the qualitative analysis stage of borax with curcumin paper made from temulawak extract, the second stage is the validation method which includes linearity tests, LOD, LOQ, accuracy and precision with spectrophotometer UV-Vis to test the performance of the reagent used, namely 0.125% curcumin solution as a comparison reagent and 1%, 2%, 3% temulawak extract as a test reagent, and the last stage is quantitative analysis with spectrophotometer UV-Vis on meatball samples.
Curcumin paper was found can be used in the qualitative analysis of borax, indicated by the color change of curcumin paper to brownish red. The 3% temulawak extract can be used as an alternative reagent in the quantitative analysis of borax because it meets the validation method requirements with a correlation coefficient of 0.995; LOD value of 1.82 ppm; LOQ value of 6.08 ppm; accuracy value of 89.96%; and a precision value of 0.42%. The average results of determining borax content in meatballs using 0.125% curcumin solution of 14.49 ppm and 3% temulawak extract reagent of 14.18 ppm through the T-test showed no significant difference between the averages of the two reagents, so that 3% temulawak extract can be used as an alternative reagent in the quantitative analysis of borax in meatballs.
Kata kuncimeatball, temulawak, curcumin, borax, rosocyanin
Pembimbing 1Dr. Isti Handayani, S. TP., M. P.
Pembimbing 2Dr. Ir. Aisyah Tri Septiana, M. P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman68
Tgl. Entri2023-06-27 11:05:57.392108
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.