| NIM | H1B019067 |
| Namamhs | FAHRI RAMADHANI |
| Judul Artikel | PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP BANJIR DAN GENANGAN DI DAS GANGSA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Banjir didefinisikan sebagai naiknya permukaan air ke daratan yang mengakibatkan genangan. Banjir hampir terjadi diseluruh daerah yang ada di indonesia termasuk di Kabupaten Tegal. Banjir di Kabupaten Tegal terjadi akibat adanya pasang surut air laut, intensitas hujan yang tinggi dan tata kelola ruang/lahan yang kurang baik. Tata kelola lahan yang kurang baik menyebabkan tidak adanya ruang untuk proses infiltrasi. Adanya perubahan tata guna lahan mengakibatkan kurangnya daerah resapan air, yang berakibat pada meningkatnya limpasan (run off), sehingga akan menambah jumlah debit air yang mengakibatkan banjir. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk Mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap limpasan di Kabupaten Tegal, mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap debit banjir di Kabupaten Tegal, mengetahui langkah pengendalian banjir yang dapat dilakukan secara efektif di Kabupaten Tegal. Hal ini perlu kajian khusus mengenai pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap debit banjir DAS Gangsa yang nantinya dapat digunakan sebagai alternatif perencanaan sistem pengendalian banjir di desa sekitar yang terkena banjir rob. Analisis hidrologi ini menggunakan kala ulang 25 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah nilai debit limpasan didapatkan sebesar 3103,395 mm3/s pada tahun 2011 dan 3222,421 m3/s pada tahun 2021, debit banjir diperoleh sebesar 541,61 m3/s pada tahun 2011 dan 559,48 m3/s pada tahun 2021. Upaya alternatif penanganan banjir dilakukan dengan membagi dua wilayah antara daerah hulu dan hilir. Terdapat perbedaan kedalaman genangan antara tahun 2011 dan 2021 dengan mengambil 10 titik sampel lokasi banjir. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Flooding is defined as a rise in the water level on land that causes inundation. Floods occur in almost all regions of Indonesia, including in Tegal Regency. Floods in Tegal Regency occur due to tides, high rain intensity and poor spatial and land management. Poor land management leaves no space for infiltration processes. Changes in land use have resulted in a lack of water catchment areas, which has increased runoff, thereby increasing the amount of air discharge, which has resulted in flooding. The purpose of this study was to determine the effect of changes in land use on runoff in Tegal Regency, the effect of changes in land use on flood discharge in Tegal Regency, and identify flood control measures that can be carried out effectively in Tegal Regency. This requires a special study regarding the effect of changes in land use on the flood discharge of the Gangsa Watershed, which can later be used as an alternative to planning a flood control system in the surrounding villages affected by tidal floods. This hydrological analysis uses a 25 year return period. The results of this study show that the runoff discharge value obtained is 3103.395 mm3/s in 2011 and 3222.421 m3/s in 2021, the flood discharge obtained is 541.61 m3/s in 2011 and 559.48 m3/s in 2021. Alternative efforts to deal with flooding were carried out by dividing two areas between upstream and downstream areas. There is a difference in the depth of inundation between 2011 and 2021 when taking 10 sample points from the flood locations. |
| Kata kunci | Banjir, Tata Guna Lahan, Limpasan, Debit |
| Pembimbing 1 | Ir. Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Eng. Ir. Purwanto Bekti S., S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2023-06-27 08:50:26.721166 |
|---|