Artikel Ilmiah : F1B019024 a.n. SISCA YULIETA PUTRI

Kembali Update Delete

NIMF1B019024
NamamhsSISCA YULIETA PUTRI
Judul ArtikelPenerapan Technology Readiness Index (TRI) Untuk Mengukur Tingkat Kesiapan Pemilu Secara E-Voting Di Indonesia (Studi Pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penyelenggaraan pemilu secara demokratis perlu beradaptasi dengan teknologi untuk mengatasi berbagai permasalahan pemilu yaitu banyaknya korban jiwa dan tingginya beban kerja KPPS, kesulitan pemilih pada saat pemungutan suara, peningkatan surat suara tidak sah, permasalahan data pemilih, serta lambatnya penghitungan suara. Adanya e-voting diharapkan menjadi solusi permasalahan pemilu dengan transformasi teknologi yang disamping memiliki keuntungan juga masih banyak tantangan dari segi sumber daya manusia, infrastruktur, biaya, dan regulasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh optimisme, inovatif, ketidaknyamanan, dan ketidakamanan terhadap kesiapan e-voting serta mengukur tingkat kesiapan mahasiswa dalam mengadopsi e-voting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pemilihan informan menggunakan Accidental Sampling dan teknik analisis data yaitu SEM (Structural Equation Modelling), MGA (Multi Group Analysis),serta TRI (Technology Readiness Index).
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa : variabel optimisme (X1) dan inovatif (X2) dalam mengadopsi teknologi informasi berpengaruh positif siginifikan terhadap kesiapan pemilu e-voting (Y). Kemudian, variabel ketidaknyamanan (X3) dan ketidakamanan (X4) dalam mengadopsi teknologi informasi berpengaruh negatif siginifikan terhadap kesiapan pemilu e-voting (Y). Selanjutnya, dari analisis MGA diperoleh hasil penelitian bahwa (1) Laki laki memiliki optimisme lebih tinggi daripada perempuan dalam kesiapan pemilu e-voting, (2) Tidak terdapat perbedaan pengaruh pada optimisme, inovatif, ketidaknyamanan, dan ketidakamanan terhadap kesiapan pemilu e-voting dari daerah asal Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Sumatera, (3) Mahasiswa angkatan 2022 memiliki ketidaknyaman lebih tinggi daripada angkatan 2019 dalam kesiapan pemilu e-voting (4) Mahasiswa saintek lebih inovatif daripada mahasiswa soshum terhadap kesiapan e-voting. (5) Mahasiswa yang tidak ikut UKM lebih optimis terhadap kesiapan e-voting. Terakhir, dari hasil analisis penghitungan nilai TRI dapat ditarik kesimpulan bahwa menurut persepsi individu mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam menerima atau menggunakan teknologi baru yaitu pemilu secara e-voting memiliki tingkat kesiapan rendah atau Low Technology Readiness dengan nilai TRI 2.37 (kurang dari 2,89).


Abtrak (Bhs. Inggris)The implementation of democratic elections needs to adapt to technology to overcome various election problems, namely the large number of fatalities and the high workload of KPPS, difficulties for voters at the time of voting, increase in invalid ballots, problems with voter data, and slow vote counting. There ise-voting is expected to be a solution to election problems with technological transformation which besides having advantages there are still many challenges in terms of human resources, infrastructure, costs, and regulations.
This study aims to determine whether there is an effect of optimism, innovation, discomfort, and insecurity on readinesse-voting as well as measuring the level of readiness of students in adoptinge-voting. This study uses quantitative research methods with informant selection techniques usingAccidental Sampling and data analysis techniques namely SEM (Structural Equation Modelling), MGA(Multi Group Analysis),as well as TRI (Technology Readiness Index).
The results of this study indicate that: the variables of optimism (X1) and innovation (X2) in adopting information technology have a significant positive effect on election readinesse-voting (Y). Then, the variables of discomfort (X3) and insecurity (X4) in adopting information technology have a significant negative effect on election readiness.e-voting (Y). Furthermore, from the MGA analysis, it was found that (1) Men have higher optimism than women in election readinesse-voting, (2) There is no difference in the effect of optimism, innovation, discomfort, and insecurity on election readinesse-voting from areas of origin in Java, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, and Sumatra, (3) Students of class 2022 have higher discomfort than class 2019 in election readinesse-voting (4) Science and technology students are more innovative than soshum students in terms of readinesse-voting. (5) Students who do not take part in UKM are more optimistic about readinesse-voting. Finally, from the results of the analysis of calculating the TRI value, it can be concluded that according to the individual perceptions of General Soedirman University students in accepting or using new technology, namely general electionse-voting have a low level of readiness orLow Technology Readiness with a TRI value of 2.37 (less than 2.89).


Kata kunci Pemilu, E-Voting, Mahasiswa, Unsoed, SEM, MGA, TRI
Pembimbing 1Dr. Ali Rokhman, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Hikmah Nuraini, S.Sos., MPA.
Pembimbing 3Dr. Guntur Gunarto, M.Si.
Tahun2023
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2023-06-27 07:15:15.120999
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.